Menarik Benang Merah dalam Membuat Konten Artikel

Maret 21, 2017

Hal penting yang harus di kuasai seorang blogger atau penulis selain masalah dunia SEO yaitu harus pandai menguasai benang merah suatu ide. Bagimana menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan sehingga benar-benar menarik untuk dibaca atau dipubliskan. menurut saya pribadi ini unik untuk dibahas dan di koreksi terutama yang masih ragu akan kualitas tulisannya sendiri dan baik juga untuk mengingkatkan yang sudah mahir dalam membuat suatu bacaan yang berkelas.

Bagaimana Membangun Benang Merah Sebuah Ide ?

Setiap tulisan pasti di mulai dengan gagasan atau ide dan ide pada mulanya hanya sebuah konsep ringkas yang ada di dalam pikiran kita. Blogger atu penulis yang baik akan  berusaha agar ide utama sebuah tulisan di muat secara keseluruhan di tampilkan dalam latar belakang dalam rangkaian kalimat yang ringkas. Peletakan ide pada bagian pembuka akan membantu sang pembaca atu viewer lebih mudah memahami scenario dasar dari apa yang anda ingin sajikan atau publiskan.

Sebaiknya ide terhidar dari pengulangan ide orang lain atau umum di publishkan jadi kita harus banyak baca referensi dari berbagai literature atau melakukan selancar browsing di internet.  Keberhasilan dari penyampean sebuah ide dari apa yang anda publiskan kepada para pembaca sangat di tentukan. Bagimana ide-ide pokok berhasil ditekankan pada bagian awal ataupun bab awal.  Poinnya adalah mengapa ide anda  sangat penting untuk di bahas atau menarik untuk di baca. Apabila pembaca sudah menyadari betapa pentingnya ide-ide untuk di bahas, maka pembaca selanjutnya dapat dibawa ke bagian isi. Nah bagian isi merupakan tempat pemaparan total seluruh ide. Maka tentunya pada bagian isi pembaca atau viewer lebih mudah memahami dan mengkritisi. Pada bagian penutup, ide-ide tersebut di rangkai menjadi suatu pembahasan hingga kesimpulan secara ringkas dan detail. Pada bagian akhir di upayakan pembaca dapat menarik benang merah dari pembuka,isi dan penutup.

Sebaiknya kita menyadari, jangan beranggapan bahwa semua ide kita masih relevan ketika sudah sampai kesimpulan. Terkadang pada bagian pokok kita terlalu mengobral banyak ide sampai menjadi gemuk. kita harus mampu membedakan yang relevan ditekankan hingga akhir tulisan. Proses pemilihan ide mana yang menjadi benang merah dan mana yang bukan. Jangan sampai naskah yang anda buat terlalu gemuk dan tidak efesien dan membuat pembaca bosan dan kabur.

Bagaimana Kalau Kita Punya Banyak Ide ?
dan Bagimana Mengorganisasikan Ide-Ide Tersebut?

Meng-organisasi ide merupakan ketrampilan sangat penting contoh, kita sering merasakan bahwa sebenarnya ide dikepala sudah banyak, tetapi setelah di depan komputer atau saat menginjakan jemari di atas keyboard ide-ide tesebut seperti terhalang atau pudar bahkan mulai menghilang? ”alternative tercepat adalah langsung pegang buku dan menulis agar ide-ide tidak pada kabur atau merekam lewat recorder handphone maupun cara tercapat lainnya”.

Adapun cara pengorganisaiannya ada dua macam pengelolaan untuk ide yaitu klasifiksai ide yang bersifat deduktif dan generalisasi yang bersifat induktif. Pada kasus pengorganisasian ide deduktif maka yang dipakai adalah mengurai satu ide menjadi sub-sub ide yang saling menguatkan satu-sama lain untuk mendukung ide awal. Sebaliknya, pada kasus pengorganisasian ide secara generelisasi induktif biasanya telah banyak mengumpulkan ide, kemudian ide yang banyak tersebut di rangkai satu sama lain untuk membentuk sebuah ide umum hingga akhirnya  menyatukan ide awal tersebut.

Tipe Induktif

Dari kedua pola pengorganisasian dapat di simpulkan tipe penulis induktif cenderung mengumpulkan bahan sebanyak mungkin dan dikumpulkan menjadi ide baru. Ketajaman tulisannya lebih banyak disebabkan oleh kemahiran mengedit ide, sehingga ide-ide yang kurang relevan direduksi dan ide-ide yang relavan tetap di akomodasi dan ditarik benang merahnya. adapun kelebihan lainnya adalah kemahiran dalam hal membuat penyederhanaan atau simplikasi atas ide-ide yang berlimpahan. Penulis paham benar apa bedanya simplikasi ide dengan ‘cari gampangnya’. Sikap hati-hati akan selalu dilakukan sehingga simplikasi yang dilakukan tidak terjebak kedalam ‘cari gampang’ tas permasalahan yang sedang ditulisnya.

Tipe Deduktif

Adapun tujuan tipe generalis deduktif melakukan simplikasi  adalah tersusunnya hasil penyederhanaan kata dan kalimat dengan diksi yang tepat. Sehingga pembaca awam pun akan mudah untuk mengerti materi tulisan. Sehingga secara substansial seluruh gagasan utama terpaparkan secara utuh.

Terlepas dari kedua type diatas harus disadari bahwa pengorganisasian ide-ide menjadi sebuah tulisan sebelum di publish adalah sebuah proses, sedangkan proses bersifat dinamis sehingga dalam menulis kita tidak boleh terlalu kaku, apabila ditengah tulisan kita menemukan bahwa pada bagian pembuka ada salah satu ide yang perlu di koreksi, maka kita jangan segan-segan untuk kembali kebagian awal atau merubah atau  untuk melakukan koreksi lagi terhadap ide-ide kita. Sebab disini kita harus menjaga benang merahnya dan begitu juga bagian berikutnya dari yang tidak nyambung menjadi nyambung.

Sekian hal yang Harus di Kuasai Seorang Blogger atau Penulis dengan cara Membangun benang merah sebuah ide dan pengorganisasiaan ide. Semoga bermanfaat jika bermanfaat silahkan share dan jika ada kekurangan silahkan di tambahkan dengan cara rewrite dan backlink url ini. Salam Ngapak Kebumen Masyis.com wassalamu'alaikum wr wb.

Sumber Pendukung :
Triton P.B. 2011.kiat sukses jadi penulis.Yogjakarta: ORYZA

Artikel Terkait

Previous
Next Post »