3 Hambatan Personality Blogger Yang Bikin Down Ngeblog

Maret 20, 2017

Sebelum memasuki pembahasan mengenai beberapa hambatan dalam menulis seorang blogger atau publiser dan bagimana mengatasinya, maka sikap yang benar  terhadap hambatan itu sendiri harus dimiliki oleh kita sebagai blogger ataupun penulis, sepintar apapun dalam menulis , bagaimanapun besarnya bakat seorang yang dimiliki saat ini, bukan jaminan apakah seorang penulis atau blogger dapat   dikatakan sukses. Seseorang bijak pernah berkata bahwa dia lebih suka orang ang biasa saja namun tidak mudah menyerah dibandingkan seseorang yang luar biasa tetapi mudah menyerah. Bakat, kepandaian, relasi, dan lain sebagainya. Bukan menjadi variable penentu kesuksesan, karena variable terpenting kesuksesan adalah kualitas diri.

Kualitas diri yang dimaksud disini adalah mengacu pada inner capacity seorang seperti pantang menyerah, keuletan dan ketabahan seorang dalam mendaki kea rah jalan kesuksesan. Inner capacity atau kekuatan dalam akan membuat seseorang mampu bangkit dari setiap jatuh. Ketahanan mental seorang penulis terhadap tekanan. Kesabaran, dan pengendalian diri secara prima adalah merupakan variabel inner capacity. Maka bangkitkanlah kekuatan inner capacity anda dengan cara menggali diri anda, ataupun yang lainnya.

1. Mengatasi hambatan badmood seorang Publiser saat menulis dan cara mengatasinya.

Sebagai seorang publisher blog agar ide-ide mengalir segar maka harus di kondisikan suasana mood yang kondusif. Sayangnya kehidupan sehari-hari kita dapat menghanyutkan kita dalam Bad Mood.  Seperti pertengkaran dengan kekasih, terlalu banyak masalah hati juga perasaan, masalah yang sepele menjadi besar, masalah dengan jaringan internet, ruangan yang kotor, bau, pengap dan sinar yang kurang terang dan lain masalah yang memicu bad mood lainya.

Adapun Tips mengatasinya adalah sebagai berikut:

Sadari bahawa kita sedang mengalami badmood. Kunci utama adalah menyadari bahwa kita sedang di landa gejolak emosi, maka redakanlah jika tidak saaat menulis atau mengetik akan gagal focus dengan apa yang kita bahas

Tenangkan lah diri, Tips yang mudah dilakukan setalah menenangkan emosi adalah dengan menarik nafas dalam-dalam berungkali sampai ketegangan hilang. Lakukanlah relaksasi missal bernafas secara teratur smabil memjamkan mata atau berdoa agar di beri kesabaran.

Apabila mempunyai masalah, selsaikanlah masalah dengan sesegera mungkin, jangan biarkan persoalan menggantung dan akan kambuh lagi
Bergerak dan jangan bediam diri, lakukan olah raga ringan, buat diri kita berkeringat dan lelah, bila kita diam saja maka ulat-ulat badmood akan tumbuh lagi dan menggerogoti pikiran kita, membuat kita terbayang-bayang hal yang tidak enak. Bergerak, bergerak dan bergeraklah.

Segarkan diri kita dengan cuci muka, minum air putih atau jus penikmat dahaga  badmood”ingat jangan berlebihan dan akhirnya malah membuat kita mengantuk

Jauhi hal yang mengarah kita akan badmood lagi
Bergembiralah dengan teman atau keluarga yang bisa memberikan kegembiraan. Temukan refresing bersama mereka dengan tawa dan senyum.

Berusaha menikati hidup menjadi seorang publisher. Ingat ada yang lebih berat dari pada kita seperti petani ladang atau sawah, pekerja proyek, pengamen jalanan dan lain-lain atau mereka yang terbiasa dengan terik matahari dan hujan. Sukuri hidup

2. Hambatan karena situasi dan cara mengatasinya

Bila kita terjebak dalam situasi yang kurang mendukung atau mengguntungkan, biasanya situasi ini menjadikan alasan atau pelindung untuk berbuat sesuatu yang kurang produktif, seperti laptop mati, internet lemot gara-gara hujan dan petir, papan keyword error, cucian menumpuk atau ruang kerja publisher yang sangat kotor dan situasi yang tidak mendukung lainnya. Oleh karena itu banyak sekali ketidak sabaran hadir dalam kehidupan kita. Maka kita harus memiliki sikap mengendalikan situasi sebelum terjadi agar produktifitas publishing kita lancar. Mulailah mecegah hal yang akan terjadi tentunya kecuali kejadian alam yang tidak bisa dihindari .

3. Hambatan karena kebuntuan ide dan cara mengatasinya

kurang idea tau tidak tergalinya ide memang membuat blogger atau publisher menemui kebuntuan saat menulis. Hal ini saya yakin tidak terjadi untuk pemula saja orang professional pun pasti mengalaminya. Wajar karena setiap manusia di batasi dengan kekurangan. Seperti contoh anda sejak awal ingin mempublis 1 tema atau bahasan yang sudah di patok, justru bahan yang anda dapat dari internet, ide sendiri, buku atau data yang diperoleh tidak cukup sempurna untuk memperlihatkan 1 tema terebut. Padahal publisher sudah mendapat pencarerahan dari yang dia dapatkan dan dia yakin akan selsai dengan cepat. Tapi kebuntuan ide tetap saja terjadi. Iniah Sembilan tips yang dapat anda terapkan untuk mengatasi permasalahan saat blogger menulis karena minimnya data atau gagasan atau sebab yang lain

Hindarilah agar kita saat menulis tidak terlalu focus terhadap tema dari naskah yang sedang kita tulis.’

Gagasan harus diupayakan sebebas mungkin, jangan sampai kita ujung-ujungnya malah buntu.

Biarkan gagasan mengalir seperti air, biasanya lebih efektif dan efesien daripada yang hanya terpaku dalam satu gagasan.
Jangan sekali-kali kita merubah tema yang sudah di tetapkan walaupun ide kita membelik kearah yang lain “tetap focus”.
Padukan otak dan hati kita saat kita sedang menulis sehingga terjadi singkronasi antara pikiran dan perasaan dan menjadikan tulisan kita berbobot .

Bangunlah komitmen dan iktikad baik selama menulis. Biasanya mengarahkan kita dalam pencerahan baru.
Perbanyaklah membaca dan berdiskusi saat tidak menulis.
Lepaskan beban dari luar atau dalam, hati dan pikiran yang menjadikan kita badmood atau kebuntuan.
Tingkatkanlah secara konsisten dan terus menenrus kemampuan kita. Ada pepatah yang mengatakan “mereka bisa karena terbiasa” dan tetap semangat.

sekian tips dari saya bagimana cara mengatatasi hambatan seorang publisher di saat menulis. Apabila banyak kekurangan silahkan di tambahkan dan rewrite (backlink). Mari belajar dan mari mencari rezeki yang halal” . salam Publiser Kebumen masyis.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »