Promosi Online Tidak Laku. Tehnik Ini penyebabnya ?

Mei 24, 2017
Copywrite Promosi Online Tidak Laku. Inilah Penyebabnya?

Seorang penjual harus menguasai tehnik menulis atau Copywrite. Copywrite sangat di perlukan dalam bidang promosi. Copywrite bisa di katakan Hipnotis dalam bentuk tulisan. Strategi Copywrite biasanya menyentuh emosional calon kosumen . Banyak orang menggunakan Tehnik penjualan yang mengandalkan susunan kalimat emosional  tetapi gagal, disisi lain banyak pula orang yang sudah berhasil meningkatkan profit penjualan dengan pendekatan emosional. Daalm penulisan promosi  atau Gaya Copywrite ada yang perlu dihindari contoh seperti dibawah ini :

Saudara berminat ?
Hanya bulan ini diskon 1,5 juta, bulan depan pasti naik.

Bulan ini barang 10.000.000 saja…Guys
Bulan depan normal 13.xxx.000 

Minggu ini diskon 50 %
Minggu depan normal buruan...

Smartphone xxx murah tinggal 10 Biji buruaan.... sebelum kehabisan

Teknik promo yang menggunakan kalimat yg merangsang ketergesaan seperti di atas menunjukan supaya dalam diri pembaca bangkit otak sensorik Medulla oblongata dan Pons
Memang benar, kedua otak sensorik diatas akan bangkit dalam seketika, akan tetapi perlu di ingat ada bagian Cortex Cerebral yang membantu kesadaran manusiawi  pada pembaca promosi tersebut

Cortex Cerebral berfungsi sebagai pusat introspeksi dan pertimbangan manusiawi yg lebih bijaksana daripada sistem pengolah data di Medulla Oblongata dan Pons. Kesadaran manusiawi ini memerlukan waktu proses yg cukup lebih lama daripada proses di medulla oblongata atau pons.

Karena proses di CC (Cortex Cerebral) Inti ini harus mengintegrasikan aneka data lain yg pernah di input di dalamnya oleh pembaca tersebut.Proses ini sangat berbeda dengan pengolahan data di pons & medulla oblongata yang hanya tampak asik di ambil dan yang tidak asik di tinggalkan.

Misalnya ada pembaca promot yang sedang pegang duwit lebih.
Begitu baca iklan yang menarik nafsu untuk membeli dan didukung kalimat yg merangsang ketergesaan dan buru-buru.

Sis bulan ini barang 10.000.000 saja
Bulan depan normal 13.xxx.xxx

Maka Medulla Oblongata & pons sekita itu :
"Wah...ada barang bagus dan murah tapi tempo terbatas" duwit pegang, kayaknya asyik untuk di beli, ngirit 3 juta lagi.

Akan tetapi keputusan tersebut belum Final ada yang menimbang data di atas yaitu cortexnya, maka ada proses menimbang dari jalur data lain. Misalnya di bulan/minggu depan itu dia punya kebutuhan yg perlu dibayar, seperti Kredit, kebutuhan anak dan lain-lain.

Cortex Cerebral :
apakah barang 10.000.000 juta itu benar-Benar Ia perlukan, 
apakah barang 10.000.000 juta tadi ada dukungan dari penjualnya jika terjadi kenapa-kenapa di saat di pakai.
apakah service itu kira benar-benar bisa dia terima atau jangan-jangan cuman janji doang... dst

Proses Cortex panjang dan cukup lama

Data yang disaring via proses Cortex akan ditimbang menggunakan aneka data relevan yg pernah dialami oleh orang tersebut, walaupun membutuhkan waktu lama jika aneka data relevan itu sangat banyak, namun hasil penyaringannya lebih akurat tidak berupa keputusan yg terburu nafsu.

Alhasil pembaca tersebut tidak jadi beli dan segera menutup iklan tersebut jika beli pun berkemungkinan menyesal.

Contoh Studi Kasus Nyata :

Dahulu waktu Smarphone Xiaom* masih bermutu jelek, dia sangat sering mengandalkan teknik flash sale menyebarkan iklan seluas-luasnya dan menjual semurah-murahnya tapi dalam jangka waktu yg amat terbatas. Metode promotnya menggunakan perangsang rasa buru-buru beli dari para pembaca iklan produknya.

Hasil akhirnya bisa ditebak, banyak pembelinya merasa kecewa dgn mutu Xiaom*, tentu karena mutu barangnya jelek atau karena langka ada dukungan teknis ketika pemakai mengalami masalah teknis.

Akan tetapi Kini, ketika xiaomi sudah mulai berbenah dari segi mutu, harganya semakin mahal dibandingkan dulu plus teknik jualan flash sale itu tidak gencar lagi dilakukannya seperti dulu.

Catatan :
Ingat setiap otak manusia mempunyai Cortex Cerebral atau Penimbang akhir keputusan sebaiknya gunakan bahasa yang real.

Hindarilah tehnik di atas seperti perangsang rasa buru-buru, rasa takut tidak kebagian bahkan mendesak konsumen. Hal ini menyebabkan pembaca buru-buru kabur.

Pakailah bahasa yang santai, logis dan menyentuh kepribadian, tidak ada paksaan akan tetapi pembaca tumbuh rasa ingin membeli produk saudara.

Silahkan Share jika bermanfat bagi teman saudara. 
Sekian Copywrite Promosi Tidak Laku Mungkin Inilah Penyebabnya beserta Tipsnya. Semoga bermanfaat dan menginsipirasi untuk saudara dan penjualan saudara meningkat. Jika Ia jangan lupa bersedekah. Salam MASYIS Blog Inspiratif lokal Kebumen.

Ditulis 4 jam hari ini
Sumber pendukung:
IMer (Internet Marketer) Mantep Wibowo


Artikel Terkait

Previous
Next Post »