Trik Menjual Barang yang Kurang / Tidak Laku di Toko Online

Juni 01, 2017
Trik Menjual Barang yang Kurang Laku di Toko Online
Khawatir ?, jika banyak stok dari item itu bertumpuk di ruang penyimpanan Saudara. Sebelum Saudara buru-buru mengelar diskon yang bikin brobok  dan itu pun belum tentu terjual  semisal saudara sampai prematur cuci gudang dan bisa jadi malah di-blok oleh followers Saudara karena terus-menerus promo produk yang sama atau mungkin mereka akan berbondong-bondong kabur meninggalkan Toko Online saudara.

Sebuah rahasia, cara sukses jualan di online shop, yang didukung hasil riset ilmuwan Austria yang menemukan fakta kalau harga, model, merek atau spesifikasi bukan pemicu utama dibalik alasan konsumen memilih sebuah produk dibanding yang lain.

Ada satu faktor pemicu diluar itu semua yang mendorong pilihan konsumen.  Saudara akan terkejut mengetahui pemicu itu sangat sederhana. bahkan cenderung tidak logis.
Untuk memudahkan Saudara memahami faktor pemicu ini ada 1 contoh yang sepertinya Saudara pun  sering mengalaminya?

Contoh 1:
Bayangkan diri Saudara berjalan masuk ke sebuah toko elektronik. Saudara hendak membeli televisi baru. Lalu Saudara menyusuri lorong yang diapit rak-rak berisi aneka tipe televisi. Sampai diujung kementokan lorong, Akhirnya Saudara mulai menimbang pilihan yang baru saja lihat-lihat dan kemudian,  Saudara kembali ke titik awal dimana tipe televisi yang pertama kali Saudara lihat berada. Saudara menujuk itu dan meminta pramuniaga mengemasnya.

Contoh 2
Saya ingin membeli sepatu di toko ofline toko sepatu, ketika saya mulai mencari ada sepatu yang sekira pas pada pandangan pertama yang saya lirik dan mencobanya. Dalam hati “ah mungkin ada yang lain yang lebih bagus” kemudian saya mencoba berjalan dari tempat pertama saya melihat sepatu. Pilihan demi pilihan ternyata saya sudah memilih 10 sepatu yang saya coba. Tetapi secara tidak sadar otak menginstrupsikan bahwa sepatu nomor 1 jauh lebih nyaman dan keren. Alhasil sepatu nomor 1-lah yang saya beli
.
Apakah Saudara pernah mengalami cerita diatas jika mengganti televisi, baju, sepatu, buah atau sayur ?

Benar.............
Kecenderungan memilih yang pertama terjadi pada segala aspek keseharian manusia.
Saudara hanya tidak menyadari saat kejadian itu berlansung. Saudara mengira telah memilih berdasarkan rasio & pertimbangan logis mengenai harga, spesifikasi, dsb – seperti contoh kasus di atas. Tapi tidak. Dorongan bawah sadar untuk memilih yang pertama bertanggung jawab besar atas keputusan Saudara. Perilaku ini disebut efek primacy dalam ilmu psikologi

Efek primacy adalah perilaku dimana otak kita cenderung menghakimi ‘yang pertama adalah yang terbaik’. Kita mengingat lebih baik apa yang kita lihat dan alami pertama kali.
Penelitian demi penelitian selama setengah abad terakhir telah mengkonfirmasi kebenaran efek primacy dalam memicu pilihan manusia dan dunia pemasaran mengambil banyak keuntungan dari pengetahuan ini.

Contohnya, penjual dengan sengaja mengatur penempatan barang-barang jualannya, memilih satu atau beberapa item untuk ditempatkan di area dimana Saudara bisa melihatnya terlebih dahulu, sebelum melihat item yang lain.

Jika Saudara pernah masuk ke toko buku dan akhirnya Saudara membeli buku di rak yang ditempatkan persis didepan pintu masuk, itu berarti Saudara telah menjadi korban praktek ini.Pertanyaannya sekarang, apakah perilaku ini juga terjadi saat orang belanja online ?

Lalu bagaimana menerapkan pengetahuan ini kedalam bisnis online shop Saudara agar sukses menjual barang yang belum, atau kurang laku ?

Hasil uji efek primacy pada konsumen online shop
Saudara sudah lama tahu mereka yang belanja online umumnya lebih waspada. Pengunjung online shop lebih teliti membandingkan harga, spesifikasi, foto, dsb,
Disisi lain teknologi memanjakan mereka dengan kemewahan yang tidak diperoleh saat belanja di toko fisik. Cukup membuka tab baru di browser mereka bisa membandingkan satu item dengan yang lain tanpa beranjak dari sofa atau kata lelah.
‘apa efek primacy masih mempengaruhi orang saat belanja online ?’
Jawabannya, YA.

Alasanya !
Pengunjung online shop adalah manusia yang sama yang belanja di toko fisik. Teknologi serta cara belanja berubah, dan akan terus berubah, tapi manusia tidak. Mereka tetap manusia yang sama dengan perilaku yang sama.
Perilaku ‘memilih yang pertama mereka lihat’ juga jadi faktor pemicu konsumen dalam mengambil keputusan akhir memilih sebuah produk di online shop
Dan Hasil riset yang mendukung pernyataan ini :

Dalam sebuah percobaan, Alexander Felfernig, dkk dari Klagenfurt University, Austria, mengamati perilaku konsumen saat belanja di sebuah online shop yang menawarkan 4 pilihan tenda camping (outdoor).
Ke-empat jenis tenda itu disusun dalam satu deretan horizontal, seperti terlihat pada screenshot dibawah :
Trik Menjual Barang yang Kurang Laku di Toko Online

Untuk menguji pengaruh efek primacy, para peneliti sengaja mengatur urutan tenda dalam berbagai variasi.

Dan terlepas dari perbedaan bentuk, dan spesifikasi teknis dari masing-masing tenda, peneliti menemukan hasil yang mengejutkan :

Produk yang menempati urutan pertama dipilih 2,5 kali lebih sering oleh pembeli daripada yang lain.

Dengan kata lain, faktor urutan penempatan sebuah produk jauh lebih menentukan dari faktor lain, seperti model & spesifikasi teknis.

Lihat pahamkan bahwa efek primacy berlaku.
Cara menggunakan efek primacy untuk menjual produk yang kurang laku
Mulai dengan membuat daftar item produk yang kurang laku atau banyak menumpuk di gudang Saudara.Kemudian masing-masing item itu akan kita tempatkan di urutan pertama pada 3 area strategis di online shop Saudara, yaitu :

Area#1  paling atas homepage
Pilih satu item dari daftar Saudara dan menempatkan foto produk tersebut tepat dibawah header. Mengenai ukuran dan jenis gambar (statis atau slider), tergantung pada platform & template online shop Saudara.

Produk yang Saudara tempatkan di area ini akan menjadi yang pertama dilihat pengunjung sebelum mereka bergulir ke bawah.

Area#2 Deretan produk terbaru
Pilih satu item lagi dan menempatkannya di urutan pertama pada deretan produk terbaru (new arrivals, hot items, featured products atau apapun istilah yang Saudara gunakan). Katakanlah ini semacam re-launching dari stok lama.
Karena mata kita memindai halaman web dari kiri ke kanan. Jadi foto produk yang menempati urutan pertama sebelah kiri, mestilah yang pertama kali dilihat mata pengunjung.

Area #3 Halaman kategori
Halaman kategori biasanya dipenuih puluhan foto produk yang tersusun horizontal – vertikal. Pastikan kategori produk yang kurang laku menempati urutan pertama
Catatan : Saudara boleh merotasi item secara berkala untuk menguji trik ini pada produk yang lain. Kadang-kadang seluruh item produk Saudara terjual normal, sehingga Saudara tidak khawatir ada stok yang menumpuk.

Tapi pikirkan ini. Sebagian produk Saudara memiliki margin lebih besar dari yang lain. Benar ?

Sehingga otomatis pendapatan total Saudara lebih tinggi, jika Saudara menjual lebih banyak produk yang menyumbang margin besar.

Saudara bisa mewujudkan itu dengan cara yang sama seperti Saudara menjual produk yang kurang laku. Praktis yang Saudara kerjakan hanya memindahkan satu foto produk keurutan pertama. Itu saja.

Sekian Trik Menjual Barang yang Kurang / Tidak Laku di Toko Online yang saya rewrite dari Mas Rudianto. Semoga bermanfaat salam Blog Lokal MASYIS.

Ditulis 3 Jam
Sumber pendukung :

Artikel Terkait

Previous
Next Post »