3 Faktor Yang Siap Mengoyak-oyak Masa Depanmu

September 11, 2017
Bagaimana cara hidup Agar selalu bahagia?, pertanyaan seperti itulah yang sering muncul dalam benak berjuta-juta manusia bukan hanya saya sajaa atau kalian akan tetapi mereka bertriliunan umat setuju untuk mengatakan aku ingin hidup bahagia. Hidup yang sekali ini tidak ada orang satupun di dunia ini yang mengharapkan ingin hidupnya merana.



Di kutip dari sebuah blog terbaik se-indonesia yaitu blog strategi dan majamen yang banyak membahas tentang masalah SDM dan Srategi bisnis. sangat layak untuk anda baca.

Lebih baik
Kurangi waktu nonton berita di televisi dan selektif-lah membaca berita-berita di media. Sebab, terlalu banyak nonton berita di televisi dan media hanya akan menggerus spirit optimisme dan kebahagiaan dalam jiwamu. ( happiness scientist )

Nah, langsung saja berikut 3 Faktor Yang Siap Mengoyak-oyak Masa Depanmu atau 3 unsur negatif yang sering menyelinap dalam raga kita, dan membuat kita kian jauh dari jiwa bahagia yang meruap-ruap.

1. Negative Thinking.
Mungkin hidup saya akan begini-begini selamanya. Mungkin saya tidak akan pernah dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi dengan gaji yang lebih memadai. Mungkin selamanya saya tidak pernah sanggup membeli rumah sendiri.

Kilatan negative thinking yang pekat dengan aura pesimisme itu kadang menyelinap. Di saat kita merenung, atau di saat kita letih sehabis pulang kantor dan tiduran di dipan rumah.

Negative thinking seperti ini acap membuat motivasi kita melemah, dan membuat kita pelan-pelan terpepet dalam kepedihan. Energi positif kita kian redup dan jiwa kebahagian kita terkoyak.
Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan justru meluangkan banyak waktu untuk berpikir ke arah sebaliknya, ke arah positif dan optimis : suatu saat penghasilan saya pasti akan melesat, dan saya paham arah kesana. Atau : saya yakin bisa membeli rumah sesuai impian saya. Hanya soal waktu untuk mewujudkannya.

Lebih banyak meluangkan waktu untuk berpikir positif dan optimis akan membuat ruang otak Anda untuk berpikir negatif dan pesimis menjadi kian mengecil. Dan persis dititik itulah, kebahagiaanmu pelan-pelan naik, dan keajaiban sebentar lagi bisa datang menghampirimu.

2. Never Ending Complaining.
Susah pak kerja disini, sistem karirnya ndak jelas. Boss saya suka pilih kasih pak. Wah targetnya sulit dicapai mas karena banyak faktor eksternal. Capek kerja disini mas, kerjaannya banyak gajinya segitu-gitu saja.

Sounds familiar?

Mengeluh, apalagi dengan frekuensi yang cukup sering, hanya akan membuat energi positifmu tersabotase dan diam-diam kepedihan akan menyergap.

Sialnya, studi neurologi membuktikan, saat energi positifmu mengkerut dan kesedihan menyergap, wawasan kreatifmu otakmu juga nyungsep. Mengeluh akan membuatmu gagal berpikir kreatif, saat mencoba menemukan jalan keluar bagi situasimu yang kurang menguntungkan.

Never ending complaining hanya akan membuat sel-sel kreativitas dalam otakmu layu, dan ini bisa memicu petaka kelam : energi untuk mencari jalan alternatif bagi perbaikan nasibmu tak lagi tersisa.

Mengeluh hanya akan membawamu dalam lingkaran setan yang muram : makin sering mengeluh > makin lenyap energi positifmu > makin mekar aura kesedihanmu > dan saat pikiran kian sedih maka otakmu gagal menemukan terobosan solusi yang kreatif > dan hidupmu akan makin terpuruk > dan karena makin terpuruk Anda akan mengeluh lagi > balik lagi ke kalimat awal.

3. Bad News and Negative Information. 
Studi menunjukkan, makin sering Anda nonton berita di televisi maka Anda justru akan makin tidak obyektif memandang kehidupan. Studi lain juga menunjukkan, makin sering menyimak berita di televisi dan media lainnya bisa membuat Anda makin pesimis melihat masa depan (Seligman, Learned Optimism, 2007).

Kenapa bisa begitu? Karena ada prinsip absurd dalam bisnis media : bad news is good news. Berita buruk dan kepedihan (bencana, kecelakaan, korupsi, pemerkosaan, bom) acap lebih banyak muncul karena konon “lebih menjual”.

Apa akibatnya, saat 85% berita-berita di media menyajikan kabar buruk (bad news) dan kepedihan?


Pelan-pelan spirit optimisme dalam jiwamu pudar, digantikan dengan aura pesimisme. Atau juga melentingkan emosi-mu karena banyak berita yang ditampilkan memang bertujuan memancing emosi.

sumber :
http://strategimanajemen.net/2015/01/12/the-science-of-happiness-misteri-3-faktor-yang-bisa-menghancurkan-masa-depanmu/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »