5 Cara Mengetahui Konsumen Baru Yang Potensial Mau Membeli

September 04, 2017
Wajar, kita sebagai pebisnis yang baru membuka bisnis baru online terkadang masih susah membedakan konsumen yang benar-benar ingin membeli atau pura-pura bertanya harga hanya untuk membandingkan harga di toko yang satu dengan toko online lainnya. Ini sudah menjadi hal yang lumrah, dan hampir disetiap kegiatan jual beli  resiko tersebut bisa terjadi.
 5 Cara Mengetahui Konsumen Baru Yang Potensial
Sebagai seorang pebisnis, kita harus Jeli untuk mempelajari karakter konsumen serta bisa membedakan mana konsumen yang berpotensi melakukan transaksi pembelian dan mana konsumen yang hanya sekedar bertanya.



1. Perhatikan bahasa awal konsumen
memang benar dibutuhkan keahlian khusus memang untuk menganalisa bahasa konsumen. Apalagi komunikasi yang dilakukan hanya via chatting atau telepon. Bahasa konsumen terkadang setiap daerah berbeda-beda, yang diperlukan adalah perhatikan intonasi bicara konsumen atau bahasa chatting yang dikirimkan untuk mengetahui apakah mereka benar-benar minat dengan produk Anda. Jangan lupa untuk melakukan pencatatan apa saja hal-hal penting yang disampaikan konsumen.

2. Dengarkan keluhan konsumen
Tak jarang konsumen yang mendapatkan kekecewaan di toko online lain menceritakan pengalamannya kepada Anda sesama pebisnis online. Menghadapi kondisi seperti ini, Anda bisa memberikan solusi baru dan memberikan bukti bahwa toko online Anda tak seperti toko online lainnya. Ceritakan pula bagaimana sistem pelayanan yang Anda berikan, dengan begitu kepercayaan mereka bisa mulai tumbuh kembali dan menjadi salah satu prospek yang Anda miliki.

3. Perhatikan ekspresi
Sadar atau tidak, ekspresi bisa mewakili perasaan. Ini juga berlaku dalam dunia bisnis atau usaha. Cobalah perhatikan konsumen Anda ketika datang ke toko atau mungkin via chatting, terkadang konsumen menggunakan emoticon mewakili perasaannya. Dan pastinya, kita harus pahami betul tentang ini, karena sepengalaman saya, saya terus berusaha bagaimana konsumen tetap ceria dan tidak kaku ketika menikmati pelayanan bisnis kita

4. Catat Feedback
Feedback tentu sangat menentukan final konsumen pada akhirnya. Saya ambil contoh ketika bergerak dibidang desain atau jasa yang melalui proses “persiapan”. Coba kita ajak konsumen kita berkomunikasi via email, kalau balasan email ada revisi dan bahasa yang digunakan sangat detil, bisa dipastikan bila konsumen tersebut sudah >60% deal untuk menggunakan jasa kita. Perlu juga dipelajari, jenis-jenis konsumen sangat banyak. Ada yang aktif, ada yang pasif, ada yang sabar dan ada yang tidak sabar. Jadi, sudah menjadi tugas kita untuk jeli mengerti tentang karakter dan perilaku konsumen.

5. Lakukan survey melalui social media
Jangan abaikan social media yang dimiliki setiap konsumen Anda. Saya sangat setuju sekali kalau konsumen sekarang ini sangat gemar berkomunikasi lewat social media, tapi tak jarang juga yang kurang senang berkomunikasi via chat lewat social media. Akan lebih baik kalau kita sebagai pebisnis mengetahui tentang aktifitas konsumen tersebut paling banyak disocial media yang mana. Agar dia terus tahu aktivitas social media yang kita miliki.

Sumber :


https://bisnisukm.com/5-strategi-pemasaran-untuk-mengetahui-konsumen-potensial.html

Artikel Terkait

Previous
Next Post »