9 tema Storytelling Ngehits 2017 dan Trik Efektif Buatnya

Desember 06, 2017
Masyis kali ini berbagi Storytelling, secara format dasar Storytelling adalah cara yang dilakukan untuk menyampaikan suatu cerita kepada para penyimak, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, maupun suara.  Di dalam dunia marketing, storytelling digunakan untuk memperkenalkan brand atau mengokohkan positioning brand dengan cara yang menghibur atau menceritakan kisah, tapi bukan cerita biasa Cerita atau hiburan yang dihadirkan harus berkenaan dengan brand tersebut.

9 tema Storytelling Sedang Ngehits di Indonesia dan Trik Efektif Buat Storytelling

Di indonesia sendiri sekarang mempromosikan brand melalui teknik storytelling kini sedang menjadi tren .

Berikut 9 tema Storytelling yang sedang ngehits di indonesia dan sebaiknya anda ketahui:

1. Konten yang mengusung manfaat dan relevansi dengan kehidupan audien
2. Konten yang menghadirkan humor / lelucon dan pasti menghibur
3. Konten yang mengusung inspirasi dari hal, sosok, maupun peristiwa.
4. Konten yang memberikan informasi yang mendidik dan menambah wawasan baru
5. Konten yang menjual harapan dan keajaiban
6. Konten yang menghadirkan seluk beluk kehidupan urban.
7. Konten yang menyuguhkan santapan rohani dan religi
8. konten yang mampu membangkitkan adrenalin dan emosi audiens
9. konten yang mampu merangsang imajinasi dan menguatkan brend image


Agar Storytelling Anda efektif dan memikat konsumen, Anda tentu harus tahu triknya.

James Lush, direktur Lush Digital Media, mengatakan, ada lima elemen yang bisa membuat storytelling dalam pemasaran lebih efektif, yaitu:
1.    Topical. Brand manager harus tahu informasi seperti apa yang dibutuhkan audiensi saat ini. Misalnya, produk sunscreen sebaiknya tidak menampilkan cerita soal asyiknya liburan di pantai ketika ada bencana tsunami baru saja terjadi.

2.    Relevant. Berusaha meraih seluruh audiensi dari berbagai latar belakang adalah hal yang mustahil. Buat storytelling yang relevan dengan target yang lebih spesifik. Cokelat misalnya, hampir semua orang menyukainya. Tapi, membuat cerita tentang pasangan remaja yang berkenalan gara-gara cokelat bisa membuat target lebih terarah.

3.    Unusual. Cari sudut pandang berbeda agar ada kejutan dalam cerita. Jika cerita terlalu mudah diterka, audiensi bisa memilih untuk pergi.

4.    Trouble. Konflik adalah kunci untuk membuat cerita tetap menarik. Audiensi akan bertahan karena ingin tahu bagaimana masalah diselesaikan. Produk mobil misalnya, membuat eksperimen sosial untuk menahan orang agar tidak menyeberang saat lampu merah dengan membuat ikon manusia pada traffic light untuk menari. Lebih dari 90 detik videonya mampu menahan audiensi untuk menonton karena rasa penasaran, apakah eksperimen ini akan berhasil?

5.    Human. Betul, Anda ingin mengenalkan brand kepada masyarakat. Tapi, produk adalah benda mati tanpa emosi. Tampilkan manusia dalam cerita hingga audiensi merasakan kedekatan emosi dengan tokohnya.  Jadikan audiensi sebagai ‘tokoh utama’ dalam storytelling Anda dan posisikan produk Anda sebagai pemeran pendukung yang akan membantu mereka mendapatkan solusi.


Selain kelima hal itu, penting juga untuk membuat cerita tetap simpel dan autentik. Cerita yang terlalu rumit akan membuat audiensi bingung dan bosan. Sedangkan cerita yang tidak autentik akan membuat brand kehilangan kredibilitas.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »