Tampilkan postingan dengan label Kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan

Baru Menikah dan kesulitan ekonomi ? Kisah Inspirasif Dewa Bersama Bidadarinya ini layak di renungkan.

Layak di abadikan kisah inspiratif ini layak di abadikan dan di renungkan terutama bagi orang yang baru berpasangan dan ekonomi belum menapak matang, hilang semangat, putus asa, punya masalah besar bahkan merasa tidak ada jalan.



Ini adalah kisah yang sangat inspiratif di mana keduanya tetap kompak (saling suport ), keduanya bisa bangkit dari nol bahkan keminusan.
Seorang dewa yang jago selling atau di lebih di kenal dewa selling yang telah banyak melahirkan jutawan-jutawan muda.
Berikut kutipan kisah yang di lansir dari beranda facebook kang dewa eka prayoga :

"Aku percaya kamu bisa lewati ujian ini. Aku yakin kamu mampu. Aku akan support apapun keputusanmu. Aku sayang kamu..."
Itu adalah segelintir kata2 penguat yang terlontar dari istriku saat aku berada dalam titik nadir dan jurang kebangkrutan.

Gelap.... sungguh gelap.

Kesedihan, kegelisahan, dan keputusaasan sempat menyelimuti kehidupanku, seolah ini adalah akhir dari perjuanganku selama ini. Sampai pada akhirnya Allah hadirkan bidadari surga untuk menguatkanku, meyakinkanku, dan membersamaiku, saat menjalani ujian ini.

Hanya 18 hari pasca pernikahan, kami diuji dengan ujian pertama yang sungguh mengagetkan. Kebangkrutan, kerugian hingga miliaran, hingga cacian dan makian dari orang2 yang tersangkut dalam kasus ini. Tak heran, satu bulan setelah menikah, kami hampir memutuskan untuk berpisah. Bukan karena kami tak sanggup memperjuangkan, tapi karena desakan dan tekanan orang2 yang terdekat yang membuat kami untuk 
melakukannya.

Untungnya, Allah hadirkan ia untuk selalu membersamaiku.
Betapapun banyak cacian yang dituduhkan padanya seolah menjadi "biang kerok" kebangkrutan bisnis yang Saya jalankan ketika itu. Tapi aku mencoba tuk meyakinkan orang2 di sekitarku, bahwa ini bukan karena kesalahannya, melainkan murni karena kebodohan & kecerobohanku.

1 bulan berlalu...

Di pagi hari ketika itu, istriku mengabari,
"Mas, aku positif hamil..."
Seperti pasangan lain pada umumnya, tentu hati ini langsung berucap syukur alhamdulilah....
Terimakasih ya Allah, karena engkau menitipkan anak pada kami. Semoga kelak jadi anak sholeh/sholehah yang berbakti pada orang tuanya dan taat pada agamanya. aaamiin...

Namun apa yang terjadi?
Keluargaku, sempat kecewa dan bilang,
"Udah tahu hidup lagi susah! Ini malah hamil lagi. Gimana sih..."
Istrikupun langsung meneteskan air mata karena tak sanggup membendung kesedihan atas ucapan tersebut.
Aku pun kembali menenangkan,
"Kamu harus yakin, adanya anak ini, akan menjadi sumber rezeki tersendiri buat keluarga kita. Jangan pernah kau gugurkan. Besarkan anak kita ini dan buktikan pada orang2 di sekitar kita bahwa kita bisa melalui ujian ini..."

Aku pun bingung. SMS, telpon, chat, dan mention, terus berdatangan. Bukan untuk menerima orderan, melainkan untuk menagih hutang sembari marah2 dan mengancam,

"Kembalikan uang Saya! Kalau enggak, Saya bakar rumah kamu!"

"Saya mau uang Saya balik. Kalau enggak, Saya laporkan kamu ke polisi!"

"Uang Saya harus balik! Kalau enggak, Saya akan cemarkan nama baik kamu di sosial media!"

Akhirnya Saya pun hanya bisa pasrah..... benar2 pasrah.
Dan Saya harus bolak balik kantor polisi selama seminggu untuk menghadapi mereka yang melaporkan Saya.
Saya tak bisa menahan tangis. Air mata terus membasahi pipi setiap kali 

Saya berdoa.
"Ya Allah ya rabb... Berikan kekuatan kepadaku agar aku mampu melewaji ujian ini dengan petunjuk-Mu..."
Mobil pun terpaksa kami jual. Uang tabungan semua dicairkan. Kami pun tak punya apa2 lagi, kecuali keyakinan pada-Nya bahwa ujian ini pasti akan selesai.

Allah hadirkan seorang sahabat yang selalu setia membersamaiku, Mas 
Mirza G. Indralaksana.

"Mas, sekarang kita gerak aja. Kita mulai dari nol, bahkan minus. Kita berjuang sama2. Kita jual makanan aja.."

Saya pun bertanya, "terus yang masak siapa mas?"
Istri Saya pun langsung menjawab,
"Udah gak apa2. Aku aja yang masak. Nanti pagi2 ba'da shubuh aku ke pasar. Terus aku masakin. Siangnya kalian berdua anter pesanan makanan ini ke para pemesan. Gak apa2 kok..."

Ya Allah ya rabb...
Istriku ketika itu dalam kondisi hamil besar. Tapi mungkin karena Allah hadirkan ia untuk membersamaiku, sehingga apapun yang Saya lakukan, ia dukung 100%.

Itulah yang kami lakukan selama 9 bulan, menjual makanan dan menjual apapun yang bisa Saya jual. Bisnis makanan itupun tutup seiring kelahiran anak Saya, Nabila Faza Shaliha (itulah kenapa bisnis istri Saya diberi nama Shaliha Hijab)

Episode kegelapan belum selesai...
Saya harus cari kontrakan yang murah untuk bisa tinggal (karena kontrakan sebelumnya habis dan biaya tahunannya mahal)...
Saya harus angkat2 air beratus2 meter untuk bisa mandikan anak dengan air bersih (karena air sumurya kotor)..
Saya harus menidurkan anak di kasur lantai tipis selama berbulan2 (karena gak punya kasur)...
Saya harus keliling2 bandung motoran sambil hujan2an untuk mengantarkan pesanan (demi mendapatkan uang untuk makan)....
...dan masih banyak lagi

Saya gak kebayang, seandainya Allah tidak menghadirkan ia dalam hidupku, mungkin Saya hanya akan menjadi Dewa yang penuh keputusasaan.

Terimakasih istriku...
Terimakasih bidadariku..
Terimakasih Wiwin Supiyah...

Semoga Allah izinkan kita tuk menjadi jodoh dunia akhirat selamanya... Aamiin...

Dan semoga siapapun yang saat ini sudah memiliki pasangan, semoga Allah karuniakan Anda dengan kebaikan hingga menuju jannah-Nya bersama2. Aamiin....

> http://bidadariuntukdewa.com

Selain Jadi Muslimah Milyader Sukses di AS, Ia Juga Sukses Didik ke-14 Anaknya di Rumah

Kisah Sukses Perempuan Muslimah AS Ini, termat layak untuk kita contoh dan di jadikan sumber motivasi dalam hidup. Ada beberapa poin penting yang wajib kita tiru dalam prinsip berbisnis berkut kutipan yang di ambil dari International Compas



Anak-Anak Tammie Umbel, yang berusia antara 4 sampai 26 tahun, dididik sendiri di rumah sampai masuk universitas, namun ia masih memiliki waktu untuk membangun bisnis perawatan kulit organik yang kini bernilai sekitar 1,7 juta dollar AS (sekitar Rp 22,3 miliar).

BBC melaporkan, perempuan Amerika yang kini berusia 44 tahun, memulai bisnisnya tanpa meminta pinjaman dari bank dan tak mau menerima investor untuk memperluas usahanya.

Anak-anaknya - delapan perempuan, enam laki-laki - ia didik sambil bekerja mengembangkan bisnisnya. Empat, di antaranya sudah di perguruan tinggi, dengan yang tertua hampir lulus sebagai dokter.

"Anak-anak bersama saya di kantor dan mereka saya ajak pergi ke luar negeri untuk bekerja atau mencari bahan-bahan baru (untuk perawatan kulit)," kata Umbel baru-baru ini kepada Loudoun Times Mirror, media di daerah tempat tinggalnya Loudoun County, Virginia.

"Saya senang membuat mereka sibuk," tambah Umbel. "Kami tak punya TV."

Umbel menikah dengan seorang dokter keturunan Pakistan, Syed Ishaq, pada saat usianya 16 tahun dan masuk Islam.

Ia memulai usaha produk perawatan kulitnya, Shea Terra Organics, sekitar 17 tahun lalu, dengan bahan-bahan dari komunitas lokal di sejumlah negara seperti Madagaskar, Mesir, Moroko, Namibia dan Tanzania.

Tak mau pinjam uang 'karena saya seorang Muslim 

Perusahaan pertama yang ia bentuk bergerak dalam produk tekstil namun tak berjalan dan ia memutuskan untuk menutupnya dan memulai bisnis baru.

"Saya ingin mengembangkan bisnis saya dengan cara konvensional, menjual produk, menghasilkan uang dan ditanam kembali. Saya tak pernah mau berbisnis dengan pinjaman (bank) karena saya seorang Muslim (yang mengharamkan riba) dan saya yakin bila saya melakukannya dengan benar maka semua akan terbayar."

Bahan-bahan yang ia gunakan dikenal di Barat sebagai Argan Oil dan Shea Butter, minyak dari pohon argan dan shea.

Produk perawatan kulit ini didiversifikasi dengan mencari bahan di desa-desa miskin di sejumlah negara, di mana penggunaan bahan-bahan alami masih banyak digunakan untuk perawatan kulit.

"Selama bertahun-tahun, saya ingin menciptakan lapangan pekerjaan di tempat dengan kondisi memprihatinkan. Saya tahu bahwa pengetahuan dari nenek moyang ini dapat menguntungkan penduduk asli dan saya dapat membuka pasar baru dengan produk alami," katanya.

Produk perusahaan yang berkantor di Virginia ini dijual melalui online dan disebar melalui jaringan Vitamin Shoppe dengan 700 toko di seluruh Amerika.

Salah satu kesulitan yang dihadapinya dalam usahanya adalah banyaknya "produk palsu dengan hanya sedikit bahan-bahan alami."

"Ini membuat saya sulit bersaing karena saya tak mau mengorbankan kualitas produk saya untuk mendapat penghasilan lebih," kata Umbel.

Tinggal di arena pertanian, tanpa TV

Umbel tinggal dengan suaminya bersama 14 anak di satu area pertanian. Sepuluh anaknya masih ia didik sendiri, dengan bantuan anak-anak tertua yang telah berada di universitas.

"Tujuan Shea Terra tidak pernah saya tujukan sebagai tempat saya bekerja, Apapun yang dapat saya lakukan saat saya bisa bersama anak saya dan saya dapat memberikan apa yang mereka perlukan secara emosional dan fisik, maka saya akan melakukannya," kata Umbel seperti dikutip Washington Post baru-baru ini.

"Saya senang dengan apa yang saya lakukan. Saya lakukan semuanya sendiri, dari A sampai Z," tambahnya.

Tak mudah untuk selalu membawa anak-anaknya sambil bekerja mencari bahan-bahan produk perawatan kulit, katanya.

"Kami harus terus memperbarui paspor, dan sulit sekali rasanya. Repot sekali urusan di bandara," tambahnya.

Umbel telah melatih stafnya sehingga ia tak selalu harus datang ke pabrik yang terletak sekitar setengah jam dari area pertanian Leesburg, tempat ia tinggal.

Keyakinan pada Islam

Anak-anaknya terkadang diajak ke pabrik. Umbel mengatakan, "Saya minta mereka duduk di meja untuk saya ajar sambil bolak-balik menerima pesanan. Saya mengajar sambil saya menjalankan perusahaan. Apakah sulit? Sangat. Namun saya bertekad untuk sukses."

Sebagian besar keberhasilannya karena kegigihan dan karena keyakinannya dengan Islam yang ia katakan menginspirasinya untuk mengembangkan "bisnis yang didasarkan pada kejujuran dalam menjual produk dan kemurahan hati terhadap mereka yang ikut serta dalam seluruh proses produksi."
Usaha Umbel ini banyak mendapatkan pujian di sejumlah media sosial, termasuk akun pemberdayaan perempuan, yang menggunggah ceritanya Senin (04/9/2017): #MondayInspiration: Tammie Umbel membangun bisnis US$1,7 juta sambil mendidik anak di rumah.

Akun Instagram lain, Peace_salaam64 menulis, "Saya sangat menghargai perempuan yang memberikan pendidikan, melayani dan mendidik anak-anaknya. Anda mengagumkan.


Yang lainnya menulis, "Ini adalah saudara Muslim yang secara tak sadar menunjukkan kepada para ibu Muslimah untuk membuat sesuatu menjadi kenyataan."

Sumber :
http://internasional.kompas.com/read/2017/09/09/21174471/kisah-muslimah-as-sukses-jadi-miliarder-sambil-didik-14-anak-di-rumah

25 Kata Ajaib yang Mampu Menginspirasi dari Pengusaha Sukses Dunia

Siapa yang tak ingin sukses dan jadi orang kaya bahkan Financial yang Free. Hampir setiap Manusia memiliki impian dan tujuan yang ingin mereka wujudkan, baik itu berupa hal materi maupun pencapaian titian karirnya. Meskipun, kesuksesan seseorang tidak hanya dilihat dari banyaknya uang yang mereka miliki.

Untuk bisa menyemangati Anda menggapai kesuksesan, berikut ini 25 kata  AJaib yang Mampu menginspirasi dari pengusaha sukses dunia yang mungkin bisa anda tulis di depan pintu atau di gantung di atas tempat tidur (suggestion) yang nantinya akan diterapkan dalam pencapaian tujuan hidup.


1. Bill Gates
“Jika Anda terlahir miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tetapi jika Anda meninggal dalam keadaan miskin, itu kesalahan Anda.”

2. Carlos Slim Helu
“Ketika Anda hidup untuk opini orang lain, Anda sesungguhnya mati. Saya tidak ingin hidup dan berpikir tentang bagaimana Saya akan diingat.”

3. Warren Buffett
“Risiko datang dari ketidaktahuan Anda ketika melakukan sesuatu.”

4. Amancio Ortega
“Satu hal yang tidak berubah, semangat inovatif dan dorongan untuk perbaikan itu adalah kekuatan pendorong saat itu.”

5. Larry Ellison
“Ketika Anda berinovasi, Anda harus siap bahwa orang-orang akan mengatakan Anda gila.”

6. Charles Koch
“Saya tidak ingin mendedikasikan hidup saya untuk mendapatkan publisitas.”

7. David Koch
“Anda tahu, sekali Anda berhasil mengalahkan kanker, segala pertarungan terasa menjadi sangat ringan.”

8. Jim Walton
“Jika Anda mencintai pekerjaan Anda, Anda akan berada di luar sana setiap hari berusaha untuk melakukan yang terbaik Anda bisa, dan segera semua orang di sekitar akan menangkap semangat dari Anda, seperti demam.”

9. Alice Walton
“Salah satu tanggung jawab terbesar adalah saya harus mengelola aset saya secara bijaksana, sehingga mereka bisa menciptakan nilai.”

10. Samuel Robson Walton
“Kami semua bekerja bersama, itulah rahasianya.”

11. Bernard Arnault
“Ketika Anda berada pada posisi pengelola, Anda masih harus dapat memahami kepekaan artistik sehingga terdapat dialog dengan sisi kreatif.”

12. Michael Bloomberg
“Anda tidak bisa hanya duduk dan khawatir mengenai segala sesuatu.”

13. Jeff Bezos
“Pertanyaan umum yang selalu diajukan dalam bisnis adalah ‘Mengapa?’ Itu adalah pertanyaan bagus, tetapi pertanyaan itu setara dengan jawaban ‘Mengapa tidak?'”

14. Mark Zuckerberg
“Saya pikir aturan paling sederhana dalam bisnis adalah jika Anda mengerjakan pekerjaan yang lebih mudah dahulu, maka Anda sebenarnya telah membuat banyak progress.”

15. Li Ka-shing
“Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Hal itu yang telah menjaga kita tetap hidup dengan kekuatan dan keberlangsungan pikiran selama berabad-abad. Hal itu yang membuat kita mengintip ke masa depan dan meminjamkan bentuk yang tidak diketahui.”

16. Larry Page
“Jika Anda sedang mengubah dunia, Anda bekerja untuk pekerjaan yang penting. Anda merasa sangat senang bangun di pagi hari.”

17. Larry Page
“Saya tidak bisa berkomentar untuk kabar yang belum tentu benar.”

18. Sheldon Adelson
“Saya sudah menyadari ketika saya ingin menjadi nomor 2 atau nomor 1.”

19. Jorge Paulo Lemann
“Saya selalu berkata “Untuk memiliki mimpi yang besar dibutuhkan pengorbanan yang sama seperti memiliki mimpi yang kecil. Bermimpilah yang besar!”

20. Jorge Paulo Lemann
“Dalam kehidupan sehari-hari, Anda telah dirangsang untuk berperilaku tidak etis. Tetapi dalam jangka panjang, akan ada harga untuk berperilaku etis.”

21. George Soros
“Setelah kita menyadari bahwa pemahaman yang tidak sempurna merupakan kondisi manusia, tidak ada rasa malu untuk sebuah kesalahan, hanya kegagalan untuk memperbaiki kesalahan kita.”

22. George Soros
“Hukum telah menjadi bisnis. Kesehatan telah menjadi bisnis. Sayangnya, politik juga telah menjadi bisnis. Itulah yang merendahkan masyarakat.”

23. Johnny Carson
“Satu-satunya yang diberikan uang kepada Anda adalah kebebasan dari rasa khawatir tentang uang.”

24. Johnny Carson
“Orang-orang akan membayar lebih untuk dihibur daripada dididik.”

25. Johnny Carson
Kesuksesan saya dikembangkan dari kerja keras pada bisnis setiap harinya.  

Diantara 25 kata inspirasi dari pengusaha sukses dunia, mungkin ada beberapa kata terhebat yang anda ingin tulis dan di buat sugesti untuk membantu kehidupan anda semakin cerah.

Sekian. Terimakasih sudah berkunjung dan Semoga bermanfaat.  

Dianggap Pengemis, Ternyata Mau Beli Mobil

Kisah hidup orang sukses mulai dari nol dan restu ibunya. Keterbatasan fisik bukan penghalang meraih kesuksesan adalah Sugimun sebagai penyandang disabilitas tak menyurutkan tekad dan niatnya untuk hidup lebih baik dan sukses. Suatu ketika Sugimun pergi ke solo untuk membeli mobil. Ketika akan masuk ke sebuah shoowroom mobil, seorang karyawan menghampirinya dan mengulurkan uang recehan kepadanya. Diperlakukan seperti itu Sugimun segera menukas, “Oh, saya bukan pengemis, Mas. Saya cari mobil.”



Tentu saja si karyawan tersebut kaget dan cepat-cepat masuk ke dalam sambil menanggung malu.

Menurut Sugimun, si karyawan mengira dirinya seorang pengemis karena menggunakan kursi roda, “Waktu itu sopir saya sudah duluan masuk show room,” kenang Sugimun tersenyum.

Lelaki yang lahir tahu 1970, di dusun Mojopuro, Magetan, Jawa Timur ini adalah pemillik toko elektronik “Cahaya Baru” di kota trenggalek dan Magetan, Jawa Timur.

Bagi orang Trenggalek , Magetan dan sekitarnya, nama toko itu sudah tidak asing lagi. “Cahaya Baru” dikenal sebagai toko elektronik yang cukup besar. Omsetnya sudah mencapai 150 juta per bulan.

Sugimun memberi nama tokonya dengan “Cahaya Baru”, dengan dimaksudkan untuk mewakili sebuah harapan harapan baru bagi diri dan keluarganya,

Keberhasilan Sugimun seperti sekarang tidak lepas dari usaha dan doa ibunya. Maklum, selain sejak kecil cacat, Sugimun juga lahir dari keluarga miskin. Saking miskinnya, ia tidak sempat mengenyam pendidikan formal. “Sekolah TK saja enggak pernah,” kenangnya.

Perubahan kehidupan Sugimun berawal pada usia 19 tahun. Ketika itu, seorang aparat desa beberapa orang dari Dinas Sosial  datang ke rumahnya. Mereka mengajak Sugimun mengikuti program penyantunan dan rehabilitasi sosial dan penyandang cacat di Panti Sosial Bina Daksa (PSDB) “Suryatama” di kota Bangil, Jawa Timur. Ditempat tersebut Sugimun mengikuti bimbingan fisik, mental, serta pendidikan kejar Paket A.

“Pada awalnya, saya merasa rendah diri karena semua teman saya penyandang cacat memiliki pendidikan formal mulai dari SD, SMP bahkan ada yang lulusan SMA,” kenangnya. Sedangkan dirinya belum mengenal baca tulis.

Namun karena tekadnya untuk bangkit dan tidak ingin bergantung pada orang lain, rasa rendah diri itu dibuangnya jauh-jauh. Di Suryatama, ia belajar keterampilan elektronik seperti radio, sound system, kipas angin, televise, dan lain sebagainya.” Katanya.

Setelah dua tahun mengikuti program pelatihan, Sugimun kembali pulang kampung. Namun ia tidak punya aktivitas di desanya. Akhirnya ia mencoba mencari kerja di tempat usaha servis elektronik. Sayangnya, kebanyakan berujung pada penolakan. “Mungkin mereka menilai saya tidak cukup mampu bekerja dengan baik karena kondisi fisik seperti ini,” kenangnya,

Yang menyedihkan, seringkali ia disangka pengemis saat melamar pekerjaan. Ia baru bisa bekerja tatkala seorang teman di Kediri menerimanya sebagai karyawan sebuah bengkel elektronik. Namun karena suatu alasan, tidak sampai satu tahun, ia memutuskan untuk pulang kampung.

Ia pun mencoba melamar pekerjaan di kota kelahirannya. Lagi-lagi ia kembali mendapatkan penolakan, “Hal ini membawa saya pada kesimpulan bahwa saya harus membuka lapangan pekerjaan untuk bisa bekerja,” katanya.

Berbekal Restu sang Ibu 
Dengan kondisi ekonomi yang serba sulit serta pengalaman yang ditolak berkali-kali membuat Sugimun nekad berusaha sendiri. Berbekal restu sang ibu, tahun 1992 ia menjual perhiasan emas milik ibunya senilai Rp. 15.000,-. Uang tersebut sebagian ia pakai untuk menyewa lapak emperan pasar sayur Magetan. Di tempat yang kecil itu, ia membuka usaha jasa servis elektronik dan menjual isi korek api. Dengan perlengkapan seadanya, setiap hari ia melayani pelanggannya.

Untuk menjalankan usahanya, Sugimun harus berjuang keras. Betapa tidak, jarak perjalanan dari rumah ketempat usahanya sangatlah jauh. Dari desanya yang terpencil, ia harus berjuang menempuh jarak satu kilometer untuk menuju ke tempat mangkal angkutan umum yang akan membawanya ke kiosnya. Belum lagi jarak menuju pasar sayur. Ditambah lagi naik-turun angkutan umum. Bagi orang fisiknya normal, hal itu bukan masalah. Namun bagi Sugimun yang kakinya layuh (lumpuh) akibat polio, terasa berat.

Usahanya itu juga terkadang ramai, terkadang sepi. “Namun, saya tetap yakin Allah Maha Adil, Pengasih dan Pemurah,”katanya.

Dengan penuh ketelatenan dan kesungguhan, Sugimun berusaha meraih kepercayaan para pelanggan, terutama dalam menepati janji. Ia berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Ia juga tidak pelit menjelaskan kepada pelanggannya tentang kerusakan dan onderdil yang harus dibutuhkan, termasuk harga dan kualitas onderdil yang bervariasi. “Ternyata dengan cara seperti itu kepercayaan bisa didapatkan,” katanya.

Kiosnya semakin sering dikunjungi orang. Berarti, kebutuhan akan onderdil elektronik juga meningkat.

Peluang inilah yang ia baca. Ia mulai menyisihkan uangnya untuk modal pembelian onderdil. sedikit demi sedikit ia juga melengkapi kiosnya dengan barang elektronik. Karena semakin lama barangnya kian banyak, akhirnya ia memberanikan diri membeli toko. “Alhamdulillah ramai,” jelasnya. Kini ia telah memiliki tiga unit toko.

Meski kini menjadi orang sukses, Sugimun tidak lupa terhadap keluarganya. Sebagai anak tertua dari delapan saudara, ia merasa bertanggung jawab atas eberlangsungan pendidikan adik-adiknya. Oleh karenanya, sebagian rezekinya ia gunakan untuk membantu biaya pendidikan tiga orang adiknya, ia mangajak mereka untuk membantu menjalankan toko elektroniknya. Ia berharap agar kelak, saudara-saudaranya yang lain mampu mandiri. “Saya bahagia bisa menyekolahkan ketiga adik saya hingga tamat SMU,” katanya.

Kebahagiaannya semakin lengkap ketika ia menemukan jodohnya bernama Nursiam. Perempuan yang ia nikahi itu kini memberinya tiga orang anak.

Selain itu, Sugimun juga membantu orang-orang di daerah sekitarnya. Ia tidak membantu dalam bentuk uang, melainkan berupa pemberian kesempatan pendidikan dan keterampilan. Ia membina beberapa yatim dan anak cacat agar memiliki berbagai keterampilan yang berguna bagi masa depan mereka kelak.

“Pengalaman masa lalu membuat saya sadar, bahwa pendidikan dan keterampilan sangat berguna bagi orang-orang seperti saya,” katanya sambil tersenyum. Ada tiga anak yatim cacat yang kini ia asuh. Tidak banyak memang, tetapi paling tidak, ia telah berbuat sesuatu untuk sesamanya.

Satu hal yang ia syukuri, ia hanya cacat fisik, bukan cacat rohani. Cacat fisik yang ia alami tidak membuatnya jatuh terpuruk mengharap belas kasih orang lain, melainkan sebagai pelecut semangat untuk menggapai cita-cita mandiri. Kini, meski ia secara fisik tidak sempurna, tetapi ia mampu berbuat lebih. Melebihi dari apa yang bisa dilakukan oleh orang normal. “Ini semua rahasia Allah, bahwa orang cacat seperti saya, diberi kemampuan untuk membantu orang lain,” katanya.


Sumber pendukung :
Suara Hidayatullah, Edisi 1/XXVI/Mei 2013/Jumadil Ahir/1434)
 http://pengusahamuslim.com/3437-kisah-sukses-dulu-1831.html

artikel

Sudahi Saja, Jika Gaji Tidak Naik-Naik atau Pakai Solusi Ini

Di perusahaan ini, karir saya sepertinya mentok, berjalan ditempat, karena manajemen tidak punya kebijakan karir yang jelas. Semuanya serba tertutup dan remang-remang. Jadi kira-kira apa yang harus saya lakukan ?

Jawabannya sederhana dan lugas : segera ajukan surat resign, dan cari tempat lain yang menjanjikan rezeki yang lebih baik.

Jawaban lugas itu berangkat dari filosofi yang sangat simpel : sebab hanya Anda, dan Anda sendirilah, yang bisa menentukan dan mengubah nasib serta masa depan hidup Anda. Bukan orang lain, bukan atasan, bukan direktur, dan bukan juga pemilik perusahaan. You create your own future.



Jadi kalau Anda stuck pada kantor yang memberikan gaji pas-pasan atau yang tidak memberikan karir yang jelas, jangan pernah, sekali lagi, jangan pernah, menyalahkan atasan Anda, pihak manajemen, direktur atau pemilik perusahaan Anda. Salahkan diri Anda sendiri kenapa mau berkarir pada tempat yang tak pernah menjanjikan masa depan. Salahkah diri Anda kenapa mau menggadaikan nasib Anda pada sebuah jalan tanpa ujung.

Jika Anda kecewa dengan gaji atau dengan kebijakan karir yang tak pernah jelas di perusahaan Anda, namun Anda tidak berani pindah ke tempat lain yang lebih menjanjikan, berarti Anda tidak BERANI mengubah nasib Anda. Dan ah, bukankah Sang Pencipta tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri.

Karena itu jika Anda hanya bisa mengeluh dan mengeluh tentang gaji yang kecil-lah, tentang karir yang ndak jelas-lah, tentang penilaian atasan yang subyektif-lah, dan tentang blah-blah lainnya, namun kemudian Anda tidak berani keluar dari tempat semacam itu, sorry, orang-orang seperti itu hanya layak disebut sebagai pencundang. Mengeluh hal-hal semacam itu hanyalah buang waktu, dan hanya akan menebarkan energi negatif yang tak pernah berakhir.

Karena itu jika kita tidak sreg dengan kebijakan gaji dan karir di kantor, namun kita tidak berani keluar dari tempat itu, why don’t we just shut up our mouth and do our job as best as we can?

Atau alih-alih hanya bisa mengeluh (jujur, saya agak alergi dengan orang yang suka mengeluh), mengapa kita tidak menegakkan energi positif yang menjulang? Mengapa kita tidak terus saja bekerja dengan tekun dan penuh semangat kemuliaan; sambil yakin bahwa suatu saat Yang Diatas pasti akan membalas ketekunan dan kemuliaan ini dengan barokah dari arah yang tak terduga-duga?

Kalau kita sudah bekerja dengan termehek-mehek, namun pihak manajemen tetap saja cuek dan tetap enggan memberikan gaji/karir yang sebanding, kenapa kita tidak tetap yakin bahwa suatu saat pasti akan ada tempat lain yang lebih baik bagi kita?

Kalau Anda merasa sudah bekerja dengan tekun dan bisa mengerjakan tugas dengan sangat baik, mengapa Anda tidak melayangkan lamaran pada tempat lain yang lebih menjanjikan? Ke tempat yang lebih bisa menghargai talenta Anda? Jika Anda benar-benar merasa yakin dengan kecakapan Anda, mengapa Anda hanya bisa berkeluh kesah tentang gaji, tentang karir, namun do nothing? Sebab jika Anda benar-benar yakin dengan ketrampilan Anda, bukankah banyak perusahaan lain yang pasti mau menerima lamaran Anda dengan penuh sukacita?

Sekali lagi, pesan yang mau digedorkan dalam tulisan kali ini adalah : you create your own future. Jika kita tidak happy dengan gaji, dengan karir di kantor kita, jangan pernah kita mengeluh dan menyalahkan pihak lain. Sebab begitu kita menyalahkan pihak lain atas pilihan nasib kita, maka saat itu juga berarti kita telah menggadaikan masa depan kita.

Dan percayalah : hanya pribadi yang bermental kuli yang mau menggadaikan nasibnya pada orang lain.


sumber : http://strategimanajemen.net/2010/07/12/gaji-dan-karir-saya-tidak-naik-naik-so-what/

5 Alasan Orang Tidak Bisa Kaya Hingga Akhir Hayatnya

Harga tanah dan rumah kian melesat. Tanpa pertumbuhan rezeki yang signifikan, cukup dan lebih, banyak pasangan muda yang sulit beli rumah, dan betah dengan sindrom MTMM = mangan turu melu mertua, sampe mati.

Kekayaan saja belum tentu membahagiakan, apalagi kemiskinan
Kenapa sebagian besar orang pertumbuhan penghasilannya stagnan, dan tak kunjung bisa makmur ?

Sejatinya ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian besar tidak bisa kaya hingga akhir hayatnya. Namun disini, kita hanya ingin melacak 5 alasan fundamental yang layak dikenang.




Saya sangat percaya bahwa : seiring bergulirnya waktu, semakin bergelimang harta. Seseorang menerapkan sebuah jalan pintas dalam meraih kekayaan. Sebuah rumus yang sangat mudah: “Kayalah, maka engkau menjadi kaya.” Rumus tersebut benar-benar saya terapkan. Awalnya membaca satu hadits, bahwa ketika kita memiliki makanan untuk dimakan, air untuk diminum, dan tempat berlindung, maka seolah-olah sudah mendapatkan dunia. Di sini kita belajar bagaimana memiliki mental kaya. Pikiran, perasaan, dan tindakan akan memancarkan mental tersebut Atau, Dalam kata lain kita memiliki self-image positive

1. Pessimis

Sukses belum tentu bahagia, tapi bahagia pasti akan sukses, maka lakukan yang kamu rasa bahagia maka sukses akan mengikutimu.

Ini soal mindset, soal belief (keyakinan) yang bersemayam dalam alam bawah sadar. Sering, tanpa sadar banyak orang yang memiliki kilatan pesimisme dalam hatinya.

Waduh biaya hidup makin mahal ya makan di warteg sudah 10 rb -15 itu pun cukup pakai Es teh. Hidup kok makin susah ya. Ah, saya pasti tidak mungkin. Saya tidak punya bakat untuk jadi pengusaha sukses. Aduh, jangan-jangan saya tidak akan bisa beli rumah sampai pensiun nanti.

Rentetan ucapan negative seperti diatas mungkin kadang berkelebat dalam hati. Inilah serangkaian sugesti negatif yang acap membentuk bayang-bayang pesimisme dalam jiwa yang akan menyelubungi setiap saat.

Tahukah apa yang akan terjadi ?
Energi negatif seperti itu akan diserap oleh Alam Semesta dan kemudian dibalikkan kepada raga Anda untuk menjadi suatu KENYATAAN.

Disinilah berlaku Prinsip Law Of Attraction : what you think is what you get.
Self talk negatif yang Anda pikirkan, akan mengembang, dan somehow benar-benar bisa menjadi fakta yang terasa begitu pahit.

2. Bad Learning Spirit. 
Perjalanan panjang untuk mengubah nasib sungguh tak mudah dijalani. Melelahkan, dan butuh “kecerdasan jalanan” (street smart) yang membahana dan insting yang tajam.
Sayangnya, banyak orang yang tidak “panjang akal atau berpikir lebih”. Banyak orang yang tidak punya punya kemandirian untuk belajar dan mencari solusi hingga tuntas, dan bukan manja, terus bertanya, dan malas mencari solusi secara mandiri.

Apa yang Terjadi !
Inginnya terus dibimbing seperti anak PAUD / TK / SD. Tidak punya inisiatif untuk belajar secara mandiri, dan menemukan solusi yang aplikatif.
Perjalanan mengubah nasib dan level kemakmuran pasti akan nyungsep saat self-learning spirit dan resourcefulness itu lenyap dari raga kita.

3. No Action Talk Only / NATO. 
Orang yang terlalu banyak bicara sana sini, keminter, namun tidak jalan-jalan. Kapan sugihe cah, nek sampeyan ndobos thok. Ndak pernah action.
Saya punya teman yang memiliki karakter NATO ini. Setiap kali ketemu, bicara panjang lebar tentang rencananya, mau melakukan ini, itu, itu dan itu saja.

Kapan dan dimana saja, dia masih ngomong hal yang sama. Dan yang keren, hampir semua rencananya itu belum ada yang dijalankan dan gagal ditengah jalan
Atau ada juga orang yang memang ingin berubah. Semua rencananya dipendam dalam hati (baguslah, orang ini tidak banyak omong).
Namun hasilnya ternyata sama : apa yang dipendam dalam hati itu, terus saja dipendam sampai rambutnya ubanan. Alias no action juga.
Mungkin orang itu malas. Mungkin orang itu suka menunda-nunda. Tunda terus saja sampai sampeyan pensiun mas. Baru setelah pensiun, kaget, lho kok tabunganku ndak cukup untuk hidup. Modyar kon.

4. Daya Juang, Kurang Gigih atau Tekun (Low Resiliency)

Bagi mereka yg memiliki pikiran : ingin memberangkatkan orang tua & orang lain pergi haji, ingin membangun sekolah, panti asuhan dan membangun masjid, berguna bagi masyarakat luas, membuka lapangan kerja untuk orang banyak. ingin bersedekah besar dll, maka sudah pasti menjadi kaya adalah tujuan yg seharusnya!

Oke, akhirnya mungkin orang itu sudah mau bergerak. Akhirnya mau take action. Namun sayangnya, kurang gigih. Low level of resiliency. Begitu menghadapi problem, langsung menyerah. Langsung bubar jalan. Atau ngambek. 
Elemen paling kunci dalam perjuangan mengubah level penghasilan itu adalah resiliensi, daya juang, keuletan dan kegigihan.

Sebab kesuksesan itu acap ditentukan oleh sejauh mana kamu bisa terus berjalan saat cobaan demi cobaan datang menghadang. Saat kamu bisa bangun 9 kali, ketika kamu menemui kegagalan 8 kali.

5. PELIT
Pikiran adalah pelopor, Pikiran adalah pembentuk, Pikiran adalah pemimpin
Pelit ada dua hal, pelit terhadap diri sendiri maupun ke pada orang lain.
Diantara keduanya memang akibatnya memang fatal dan membahayakan.
Pelit kepada diri sendiri juga perlu di waspadai. anda pelit memberikan ilmu / diskusi / hal yang membuat anda malas untuk belajar akibatnya otak tumpul, daya pikir hilang.

Pelit ke kepada diri sendiri dapat berupa sifat malas yang nantinya akan merugi di belakangnya karena asupan ilmu yang anda dapatkan sangat sedikit dan tertinggal jauh kebelakang. Katakan sesuatu yang anda tau.
Memberi kepada orang lain merupakan anjuran, mungkin kewajiban sebagai mahluk social dan agamis.

The more you give, the more you get. Semakin banyak Anda memberi, Anda justu akan semakin kaya..

Jalan keberkahan mungkin bisa terus terbuka, saat kita tekun memberi (memberi sedekah senyuman, sedekah ilmu, sedekah materi, atau juga sedekah kebaikan yang terus mengalir).
Saat kita punya keikhlasan untuk berbagi kebaikan, pintu rezeki akan selalu datang dari arah yang tak terduga-duga.


Lima  kunci yang layak dikenang kenapa kita dalam jalan hidup tetap serba pas-pasan / stagnant. Lima kunci adalah : 1. jiwa yang pesimis 2. learning spirit yang buruk, 3. no action talk only 4. low resiliency dan 5. Terlalu PELIT kepada diri sendiri dan orang lain.

6 Alasan Fredom Finacial 50 Juta / bulan


Financial freedom sendiri mungkin secara bebas bisa diterjemahkan seperti, Anda punya sumber daya finansial yang jauh melebihi kebutuhan pengeluaran. Dengan demikian, Anda tak lagi harus pening memikirkan beragam biaya yang harus Anda tanggung (termasuk biaya hidup di masa depan).

Secara kuantitatif, financial freedom mungkin bisa diraih saat Anda memiliki penghasilan Rp 50 juta per bulan.

Tentu saja standar tiap orang bisa berbeda. Ada yang lebih tinggi, ada yang lebih rendah – tergantung tingkat keyakinan dan keberanian orang untuk menetapkan impian hidupnya.

Kesan pertama, mungkin angka itu terkesan sangat tinggi. Namun dengan optimisme, skills yang solid dan keuletan yang setrong, Insya Allah angka itu pelan-pelan bisa diraih juga. 

Dengan angka income seperti itu, maka memiliki saldo tabungan 1M sebelum Usia 37 tahun juga sesuatu yang layak diraih.

Pertanyaannya sekarang, kenapa harus meraih financial freedom saat masih muda usia? Berikut 6 alasannya.

1.  Agar Sanggup Beli Rumah Sendiri – Tanpa Kredit berpuluhan Tahun

Faktanya, diramalkan pada tahun 2020 lebih dari 80% generasi milenial di tanah air tidak akan sanggup beli rumah sendiri karena harganya yang makin selangit. Sad but true.

Harga rumah ukuran paling kecil di Sumarecon Bekasi sudah tembus Rp 1.4 milyar. Dari mana sanggup beli rumah dengan harga segini jika penghasilan pas-pasan.

Yang hebat adalah dengan kebebasan finansial, kita mungkin bisa membeli rumah dengan cash (tanpa KPR) – sebuah hal yang penting bagi mereka yang anti riba dan kredit berbunga.

Rumah adalah kebutuhan basic. Tanpa kebebasan finansial, seseorang bisa terus hidup dalam rumah kontrakan atau hanya menunggu rumah warisan dari orang tua.

2. Tak Menderita Saat Usia Tua dan Pensiun

Saya pernah menulis : dengan asumsi saat ini usia Anda 30 tahun dan pensiun di usia 56 tahun, kebutuhan dana yang kelak Anda butuhkan saat pensiun agar bisa mandiri membiaya hidupnya, adalah lebih dari Rp 5M.

Tanpa kebebasan finansial yang solid, Anda bisa terpelanting dalam kenestapaan saat kelak memasuki usia lanjut.

Saat inipun mungkin banyak orang yang sudah tua dan pensiun namun tetap dipaksa bekerja keras demi mendapat nafkah buat hidup. Padahal mungkin fisiknya sudah mulai menurun.

Kenyataan yang muram semacam itu juga kelak akan Anda hadapi jika Anda tidak bisa meraih financial freedom di usia muda.

3 . Tidak Terjebak Hutang

Karena gaya hidup yang konsumtif, atau karena biaya hidup yang makin mahal, atau karena usahanya bangkrut, banyak orang yang terjebak hutang.

Hutang sana, hutang sini, atau bahkan terjebak hutang kartu kredit dan KTA (kredit tanpa agunan) dengan bunga yang mencekik seperti rentenir.

Kalau hutangnya banyak, tidur pasti tidak nyenyak. Kurang tidur dan stress akan bikin otak meleleh. Karena otak makin tulalit, makin tidak bisa mikir solusi membayar hutang. Lingkaran setan yang kelam 

Pada sisi lain, jutaan orang mungkin terjebak hutang untuk kredit mobil, kredit sepeda motor atau kredit kepemilikan rumah. Mereka tiap bulan harus bayar cicilan hutang hingga bertahun-tahun lamanya.

Karena sudah habis buat bayar cicilan kredit ini itu, maka tak lagi uang tersisa buat investasi masa depan. Masa depan Anda bisa suram tanpa persiapan investasi saat muda usia 

Dengan kekebasan finansial di usia muda, realitas pahit seperti diatas mampu kita hindari.

4. Memajukan Ekonomi Bangsa

Ini alasan yang rada bersifat heroik namun penting. Sejarah bangsa manapun di dunia menunjukkan bangsa Anda akan kaya dan disegani dunia jika penduduknya kaya kaya.

Kalau penduduknya kere kere, ya selamanya negara itu akan juga menjadi negeri kere (dan disepelekan bangsa lain di dunia). China saat ini menjadi kekuatan no. 1 dunia dan disegani dunia, karena ada ledakan milioner baru disana.

Kalau jutaan anak muda seperti Anda meraih financial freedom dan menjadi milioner; maka negara kita akan jadi superpower dunia dan pemimpin peradaban masa depan.

Sebaliknya, kalau penduduknya kere kere dan punya mentalitas miskin, maka selamanya negeri mereka akan juga jadi NEGERI yang KERE.

5. Mengumrohkan Orang Tua

Ini alasan yang layak dikenang dan diperjuangkan sekuat mungkin.

Kalau income Anda Rp 50 juta per bulan, maka dengan mudah Anda akan bisa memberangkatkan orang tua Anda umroh. Atau bahkan membelikan rumah untuk orang tua di kampung halaman.

Sejumlah orang bilang ngapain mas jadi milioner, toh harta tidak akan dibawa mati. Ini pernyataan yang agak aneh bin ngawur.

Kalau hartamu digunakan untuk memberangkatkan orang tua, sodara atau mantan guru SD Anda untuk pergi umroh; ya Insya Allah harta itu akan menemani Anda ketika kelak Anda wafat atau bersodakoh kepada orang yang sedang mencari ilmu, tentu ada manfaatnya

Jejak harta Anda yang miliaran itu, akan Anda bawa hingga ke liang kubur, jika saat hidup Anda belanjakan untuk sedekah dan menebar kemuliaan. 

6. Lebih Banyak Sedekah

Oke ini adalah alasan pamungkas, dan bersifat spiritual (seperti halnya alasan no. 5).

Membangun rumah Tahfiz, membangun mesjid, mendirikan sekolah buat anak yatim, atau mendirikan perpustakaan gratis buat anak-anak kaum dhuafa; semua membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Tujuan paling utama kita mau kaya itu sebenarnya sederhana yaitu agar kita bisa memberikan sedekah lebih banyak bagi sesama.

Sebab toh biaya hidup kita itu ndak mahal-mahal amat. Kita mungkin bukan tipe kaum sosialita yang serba butuh barang branded dan mahal.

Makanya kita bertekad menjadi milioner bukan demi diri kita sendiri, namun agar bisa membantu lebih banyak kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Demikianlah 6 alasan kunci kenapa kita harus meraih Financial Freedom di usia muda. 6 alasan yang layak kita renungkan dengan syahdu.

Sumber

Yodia Antariksa-Strategi Management