Tampilkan postingan dengan label Tips dan artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan artikel. Tampilkan semua postingan

Baru Menikah dan kesulitan ekonomi ? Kisah Inspirasif Dewa Bersama Bidadarinya ini layak di renungkan.

Layak di abadikan kisah inspiratif ini layak di abadikan dan di renungkan terutama bagi orang yang baru berpasangan dan ekonomi belum menapak matang, hilang semangat, putus asa, punya masalah besar bahkan merasa tidak ada jalan.



Ini adalah kisah yang sangat inspiratif di mana keduanya tetap kompak (saling suport ), keduanya bisa bangkit dari nol bahkan keminusan.
Seorang dewa yang jago selling atau di lebih di kenal dewa selling yang telah banyak melahirkan jutawan-jutawan muda.
Berikut kutipan kisah yang di lansir dari beranda facebook kang dewa eka prayoga :

"Aku percaya kamu bisa lewati ujian ini. Aku yakin kamu mampu. Aku akan support apapun keputusanmu. Aku sayang kamu..."
Itu adalah segelintir kata2 penguat yang terlontar dari istriku saat aku berada dalam titik nadir dan jurang kebangkrutan.

Gelap.... sungguh gelap.

Kesedihan, kegelisahan, dan keputusaasan sempat menyelimuti kehidupanku, seolah ini adalah akhir dari perjuanganku selama ini. Sampai pada akhirnya Allah hadirkan bidadari surga untuk menguatkanku, meyakinkanku, dan membersamaiku, saat menjalani ujian ini.

Hanya 18 hari pasca pernikahan, kami diuji dengan ujian pertama yang sungguh mengagetkan. Kebangkrutan, kerugian hingga miliaran, hingga cacian dan makian dari orang2 yang tersangkut dalam kasus ini. Tak heran, satu bulan setelah menikah, kami hampir memutuskan untuk berpisah. Bukan karena kami tak sanggup memperjuangkan, tapi karena desakan dan tekanan orang2 yang terdekat yang membuat kami untuk 
melakukannya.

Untungnya, Allah hadirkan ia untuk selalu membersamaiku.
Betapapun banyak cacian yang dituduhkan padanya seolah menjadi "biang kerok" kebangkrutan bisnis yang Saya jalankan ketika itu. Tapi aku mencoba tuk meyakinkan orang2 di sekitarku, bahwa ini bukan karena kesalahannya, melainkan murni karena kebodohan & kecerobohanku.

1 bulan berlalu...

Di pagi hari ketika itu, istriku mengabari,
"Mas, aku positif hamil..."
Seperti pasangan lain pada umumnya, tentu hati ini langsung berucap syukur alhamdulilah....
Terimakasih ya Allah, karena engkau menitipkan anak pada kami. Semoga kelak jadi anak sholeh/sholehah yang berbakti pada orang tuanya dan taat pada agamanya. aaamiin...

Namun apa yang terjadi?
Keluargaku, sempat kecewa dan bilang,
"Udah tahu hidup lagi susah! Ini malah hamil lagi. Gimana sih..."
Istrikupun langsung meneteskan air mata karena tak sanggup membendung kesedihan atas ucapan tersebut.
Aku pun kembali menenangkan,
"Kamu harus yakin, adanya anak ini, akan menjadi sumber rezeki tersendiri buat keluarga kita. Jangan pernah kau gugurkan. Besarkan anak kita ini dan buktikan pada orang2 di sekitar kita bahwa kita bisa melalui ujian ini..."

Aku pun bingung. SMS, telpon, chat, dan mention, terus berdatangan. Bukan untuk menerima orderan, melainkan untuk menagih hutang sembari marah2 dan mengancam,

"Kembalikan uang Saya! Kalau enggak, Saya bakar rumah kamu!"

"Saya mau uang Saya balik. Kalau enggak, Saya laporkan kamu ke polisi!"

"Uang Saya harus balik! Kalau enggak, Saya akan cemarkan nama baik kamu di sosial media!"

Akhirnya Saya pun hanya bisa pasrah..... benar2 pasrah.
Dan Saya harus bolak balik kantor polisi selama seminggu untuk menghadapi mereka yang melaporkan Saya.
Saya tak bisa menahan tangis. Air mata terus membasahi pipi setiap kali 

Saya berdoa.
"Ya Allah ya rabb... Berikan kekuatan kepadaku agar aku mampu melewaji ujian ini dengan petunjuk-Mu..."
Mobil pun terpaksa kami jual. Uang tabungan semua dicairkan. Kami pun tak punya apa2 lagi, kecuali keyakinan pada-Nya bahwa ujian ini pasti akan selesai.

Allah hadirkan seorang sahabat yang selalu setia membersamaiku, Mas 
Mirza G. Indralaksana.

"Mas, sekarang kita gerak aja. Kita mulai dari nol, bahkan minus. Kita berjuang sama2. Kita jual makanan aja.."

Saya pun bertanya, "terus yang masak siapa mas?"
Istri Saya pun langsung menjawab,
"Udah gak apa2. Aku aja yang masak. Nanti pagi2 ba'da shubuh aku ke pasar. Terus aku masakin. Siangnya kalian berdua anter pesanan makanan ini ke para pemesan. Gak apa2 kok..."

Ya Allah ya rabb...
Istriku ketika itu dalam kondisi hamil besar. Tapi mungkin karena Allah hadirkan ia untuk membersamaiku, sehingga apapun yang Saya lakukan, ia dukung 100%.

Itulah yang kami lakukan selama 9 bulan, menjual makanan dan menjual apapun yang bisa Saya jual. Bisnis makanan itupun tutup seiring kelahiran anak Saya, Nabila Faza Shaliha (itulah kenapa bisnis istri Saya diberi nama Shaliha Hijab)

Episode kegelapan belum selesai...
Saya harus cari kontrakan yang murah untuk bisa tinggal (karena kontrakan sebelumnya habis dan biaya tahunannya mahal)...
Saya harus angkat2 air beratus2 meter untuk bisa mandikan anak dengan air bersih (karena air sumurya kotor)..
Saya harus menidurkan anak di kasur lantai tipis selama berbulan2 (karena gak punya kasur)...
Saya harus keliling2 bandung motoran sambil hujan2an untuk mengantarkan pesanan (demi mendapatkan uang untuk makan)....
...dan masih banyak lagi

Saya gak kebayang, seandainya Allah tidak menghadirkan ia dalam hidupku, mungkin Saya hanya akan menjadi Dewa yang penuh keputusasaan.

Terimakasih istriku...
Terimakasih bidadariku..
Terimakasih Wiwin Supiyah...

Semoga Allah izinkan kita tuk menjadi jodoh dunia akhirat selamanya... Aamiin...

Dan semoga siapapun yang saat ini sudah memiliki pasangan, semoga Allah karuniakan Anda dengan kebaikan hingga menuju jannah-Nya bersama2. Aamiin....

> http://bidadariuntukdewa.com

Copywrite 15 Sifat Kelemahan Manusia dari Al Qur'an

Belajar Copywrite Iklan dari 15 Sifat Dasar Kelemahan Manusia dalam Al-Qur'an. 
Saya percaya buku ini karyanya bagus, buku itu luar biasa dan dasyat dari berjuta - berjuta orang yang mengarang buku dan menerapkan beberapa konsep ilmu dari semua hal mulai A-Z.
Namun saya kembalikan fitrah saya ke Kitab alquran, kenapa karena tidak ada yang menyamai kesempurnaan dalam kalam dan kalimahnya. Ya, Dia Allah SWT yang maha mempunyai dan menciptakan keseluruhan dari yang belum ada, ada,dan sesudahnya dan kembali ada.


Inspiring ini tergagas ketika aku menanyakan belajar Copy writing dekat sekali hubungnya dengan psikiologi manusia. Lalu bagaimana saya mempunyai kepercayaan sebenarnya sifat apa saja yang ada pada manusia, yang kemudian di jadikan dalam pijakan dalam mengolah kata dan kalimat

Belajar dasar copy write dari sifat dasar manusia. 
Memberikan manfaat bagi kelemahan manusia. 

Nah langsung saja tidak usah panjang lebar dalam latar belakang ini.
Mari kita telusuri, apa kata al-Quran tentang makhluk yang bernama manusia ini…
Berikut 15 sifat dasar manusia beserta dalil alquran-nya yang nantinya kita gunakan untuk pijakan dalam menulis copy write. 

Pertama, manusia itu LEMAH 
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

Kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA 
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

Ketiga, manusia itu LALAI 
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur  1)

Keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR 
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

Kelima, manusia itu BERSEDIH HATI 
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

Keenam, manusia itu TERGESA-GESA 
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

Ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH 
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

Kedepalan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN 
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)

Kesembilan, manusia itu PELUPA 
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

Kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH 
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

Kesebelas, manusia itu KIKIR 
“Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)

Keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT 
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf  : 15)

sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-‘Aadiyaat : 6)

ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72)

keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)

kelimabelas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN 
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72) .

Jika di kumpulkan , manusia itu
1. Lemah
Menggunakan Kelemahan / masalah Untuk  Kata Pembuka

2. Gampang Terpedaya
Mengunakan kata yang Menghipnotis 
3. Lalai mudah terlena
Apakah Anda mulai merasakan betapa...   
4. Penakut gampang kwatir
Bagaimana jika Anda..
5. Mudah bersedih
Apa jadinya ........ 
6. Tergesa-gesa
Pacar Datang 2 Menit Lagi Tapi Anda.....
7. Suka membantah
Anda Yakin... 
8. berlebih-lebihan
Style...
9. Pelupa
Ingatkah.....
10. Suka bekeluh kesah
Sudahlah..
Ini Dia..
Yang anda Cari...
Baru... 
11. kikir
12. suka mengkufuri nikmat 
13. bodoh atau dzalim 
14. suka menuruti prasangka
Jangan - jangan.......
15. berangan-angan
Coba bayangkan...
Dapatkah Anda bayangkan...

Dari 15 sifat dasar kelemahan manusia tersebut anda bisa mengambil solusi atau kata yang di gunakan untuk di jadikan menulis , contoh
mausia itu suka berangan-angan  "Bayangkan jika keluarga anda mengalami ini...
atau manusia itu pelupa copy write yang yang mengingat kan" Apapun makanannya, minumnya ..... Apapun makanannya, minumnya ...Apapun makanannya, minumnya "

Kita ambil salah sary surat Ar-rahman.
Pehatikan kalam yang ada di alquran berapa kali di ulangi "
"Fabiayyi Ala I Robbikuma Tukadziban"
Maka.... menjadi...
"Jangan  ragu  untuk  mengulangi  kata  dan  frasa  kunci.  Ulangi  sesering  yang diperlukan" -Walter Honek

"Sesungguhnya trik iklan yang paling hebat adalah terus menerus mengulangi saran yang sama sambil mempertahankan kesan baru ide itu" -Kenneth Goode 

15 Kelamahan  Manusia tadi akan di jadikan Kata dan terus beranak dalam artian tidak hanya itu-itu saja dan semua kata berpijak dalam kelemahan ini (solusi).

Cukup Share jika Bermanfaat

Sekian. Salam Sukses dan Sukses  

Skill Tingkat Dewa Cukup Tamat SMA, Begini Caranya...

Jangan Kuliah Jika.... Tapi Cukup tamat SMA yang Powerfull Jika..  
Cara mendapatkan Skill Dewa Cukup Tamat SMA
Di lansir dari kompas, Menaker mengatakan15,27 juta orang tenaga kerja lulusan perguruan tinggi, hanya 5,75 juta orang (37,65 persen) yang jurusan pendidikannya sesuai dengan jabatannya. dapat di simpulkan sekitar 60% lulusan sarjana tidak bekerja pada bidangnya.



Selama ini kita mungkin sudah menyaksikannya. Atau mungkin Anda sendiri mengalaminya.

Ada sarjana teknik yang kerja di bagian keuangan bank. Ada lulusan pertanian yang kerja jadi sales. Atau ada lulusan fakultas hukum yang jualan MLM.

Kenapa itu bisa terjadi? Dan apa solusinya?

Fenomena lulusan sarjana yang bekerja di area yang tidak sesuai dengan jurusannya saya kira memang relatif banyak terjadi di sekitar kita.

Sebenarnya kejadian mis-match semacam itu menimbulkan opportunity lost yang tidak sedikit. Ilmu yang telah dipelajari selama 4 atau 5 tahun kuliah jadi tidak terpakai secara optimal.

Bayangkan misalnya : seorang sarjana teknik mesin (sebuah ilmu yang amat dibutuhkan negeri ini) mendadak malah hanya jualan kopi. Kenapa dulu saat S1 dia tidak milih kuliah saja di jurusan perkebunan kopi.

Atau bayangkan ada lulusan sarjana pertanian (ilmu yang amat teramat penting bagi negeri ini juga) mendadak hanya kerja di bagian customer service bank? Tidakkah ilmu pertanian dengan segala perniknya yang dulu ia pelajari menjadi sia-sia.


Idealnya seseorang bisa menekuni karir dan profesi yang sesuai dengan jurusan saat kuliah.

Seperti di katakan owner blog strategi dan manjamen Yodhia Antariksa mengatakan"dulu saya kuliah S1 jurusan Manajemen dan S2 jurusan HR Management. Saat ini saya bekerja sebagai konsultan manajemen SDM dan juga jualan ebook + kursus manajemen secara online. Artinya profesi saya saat ini amat sesuai dengan jurusan kuliah yang dulu saya tekuni. Ilmu yang saya pelajari benar-benar terpakai dalam karir saya saat ini".

Kenapa lebih dari 60% lulusan sarjana bekerja tidaks sesuai dengan jurusannya?

Ada dua faktor : faktor eksternal dan internal.

Faktor eksternal misalnya : ketersediaan lapangan kerja yang sesuai jurusannya masih terlalu sedikit; atau malah tidak ada sama sekali.

Atau mungkin juga jumlah lulusan dari fakultas tertentu terlalu banyak dan tidak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia untuk jurusan itu (akhirnya lulusannya bekerja di bidang apa saja, asal tidak nganggur).

Faktor eksternal lain : banyak juga perusahaan yang membuka lowongan tanpa melihat latar jurusan (maksudnya semua jurusan bisa melamar posisi yang disediakan meski tidak begitu sesuai dengan jurusan asal kuliah).

Percayalah : masa depan ditentukan oleh DIRI KITA SENDIRI; dan jangan pernah mengharapkan pihak lain atau faktor eksternal untuk mengubah nasib kita.

Mengharapkan faktor eksternal atau pihak lain untuk membantu mengubah nasib kita adalah bagaikan pungguk merindukan bulan. Terlalu lama menunggunya, ntar kita malah keburu pensiun atau bahkan mati duluan sebelum nasib kita bisa berubah.

Lebih fokus pada faktor internal – sebab mengubah faktor ini lebih mudah karena berada dalam kendali diri kita sendiri.

Ada dua faktor internal yang krusial dan amat menentukan kenapa mayoritas orang kerja di area yang tidak sesuai dengan jurusannya.


Faktor yang pertama saya kira terletak pada kesalahan saat anak-anak lulusan SMA pertama kali memilih jurusan kuliah yang ia tekuni.

Mungkin banyak anak lulusan SMA yang milih jurusan kuliahnya tidak dengan pertimbangan jauh ke depan. Mungkin sekedar karena pilihan orang tua. Mungkin juga karena ikut tren.

Saya kira pihak penyelenggaran SMA harus lebih aktif memberikan bimbingan pada anak-anak kelas 3 SMA untuk menentukan pilihan jurusan kuliahnya.

Cukup tamat SMA yang Powerfull

Kini sudah era digital. Sejatinya mayoritas anak kelas 3 SMA itu sudah cukup paham dengan apa yang dia inginkan – atau apa yang menjadi passion dirinya dan kelak akan menjadi pilihan karirnya saat usia 25an tahun.

Yodhia antariksa berpendapat jika : kalau ada anak kelas 3 SMA yang hobi fotografi, mungkin akan lebih saya sarankan tidak kuliah S1 – tapi cukup kursus 1 tahun full dalam bidang fotografi profesional (hasilnya lebih terasa daripada kuliah 4 tahun di jurusan yang nggak jelas).

Atau kalau ada anak kelas 3 SMA yang hobi dunia online – maka kursus internet marketing selama 1 tahun full rasanya akan jauh lebih powerful daripada kuliah 4 tahun di jurusan yang tidak begitu ia senangi. Dia kuliah hanya karena tuntutan orang tua.

Atau kalau ada gadis kelas 3 SMA yang suka dunia fashion, maka kuliah di D3 di jurusan tata busana atau kursus di sekolah mode selama 1 tahun; akan jauh lebih impactful daripada kuliah 4 tahun di jurusan Akuntansi, Komunikasi atau Hukum.

Lagi-lagi dia kuliah di juruan yang salah mungkin karena “pakem yang salah kaprah” : bahwa setelah SMA semua harus kuliah S1 – entah apapun jurusannya yang acap tidak sesuai dengan passion anak itu. Atau mungkin sekedar ikut-ikutan pilihan temannya.

Dulu sejak sekolah SMA saya memang sudah suka dengan dunia manajemen bisnis (saat jaman SMA, saya rutin baca majalah bisnis SWA dan Warta Ekonomi).

Kalau mau kuliah di jurusan Manajemen, dan kelak bisa kerja jadi konsultan manajemen. Pikiran dan passion sejak masa SMA yang ternyata menjadi realitas. (vision)

Faktor internal kedua yang mungkin juga menyebabkan kenapa mayoritas orang kerja di area yang tidak sesuai juruannya : terlalu banyak orang yang mudah menyerah untuk memperjuangkan impiannya. Ini faktor yang menurut saya paling krusial.

Percaya : pasti banyak sarjana pertanian yang dulu punya impian untuk menjadi petani berdasi : punya kebun yang memproduksi beragam produk pertanian yang sehat, organik, dan laris manis.

Percaya : ada banyak lulusan fakultas Hukum yang punya impian bisa membangun law firm yang kredibel dan ternama.

Banyak anak jurusan teknik atau ilmu-ilmu sosial yang punya mimpi untuk bisa bekerja di area yang sesuai jurusannya, atau bahkan punya usaha sendiri dalam bidang yang dulu ia pelajari selama bertahun-tahun kuliah.

But you know what?

Ribuan anak muda itu terlalu cepat menyerah dalam berjuang mewujudkan impiannya. Aspirasi dan impian anak-anak muda itu mudah takluk saat tuntutan ekonomi jangka pendek datang menyergap.

Kebanyakan mereka akhirnya memilih lowongan pekerjaan apa saja yang ada, meski tak sesuai jurusan, daripada harus jadi pengangguran terdidik.

Entah kenapa kebanyakan orang terlalu mudah menyerah untuk memperjuangkan impiannya. Mungkin karena mereka tidak begitu yakin dengan impiannya.

Atau mungkin mereka merasa tidak punya cukup kompetensi untuk wujudkan apa yang jadi cita-citanya.

Atau mungkin karena mereka tidak punya kegigihan dan daya juang yang membara untuk membuat impiannya jadi nyata.

Atau mungkin juga karena kebanyakan orang punya pendapat klise dan gampangan : halah, yang penting kerja dapat gaji, nggak usah terlalu mikir sesuai jurusan kuliah atau tidak. 

Cara mendapatkan Skill Dewa...

Yang pertama : anak-anak yang baru lulus SMA dan mau milih jurusan kuliah, harus mendasarkan pilihannya pada apa yang menjadi passion atau MINAT dia; dan juga sudah meng-eksplorasi apa yang kelak akan menjadi pilihan karir dia.

Yang kedua : jangan terlalu cepat menyerah dalam berjuang wujudkan impian. Because life is too short to sacrifice your beautiful dream.
Vision-Action-Passion (VAP)

Make your dream alive. And make it happen.

Sumber 

3 Faktor Yang Siap Mengoyak-oyak Masa Depanmu

Bagaimana cara hidup Agar selalu bahagia?, pertanyaan seperti itulah yang sering muncul dalam benak berjuta-juta manusia bukan hanya saya sajaa atau kalian akan tetapi mereka bertriliunan umat setuju untuk mengatakan aku ingin hidup bahagia. Hidup yang sekali ini tidak ada orang satupun di dunia ini yang mengharapkan ingin hidupnya merana.



Di kutip dari sebuah blog terbaik se-indonesia yaitu blog strategi dan majamen yang banyak membahas tentang masalah SDM dan Srategi bisnis. sangat layak untuk anda baca.

Lebih baik
Kurangi waktu nonton berita di televisi dan selektif-lah membaca berita-berita di media. Sebab, terlalu banyak nonton berita di televisi dan media hanya akan menggerus spirit optimisme dan kebahagiaan dalam jiwamu. ( happiness scientist )

Nah, langsung saja berikut 3 Faktor Yang Siap Mengoyak-oyak Masa Depanmu atau 3 unsur negatif yang sering menyelinap dalam raga kita, dan membuat kita kian jauh dari jiwa bahagia yang meruap-ruap.

1. Negative Thinking.
Mungkin hidup saya akan begini-begini selamanya. Mungkin saya tidak akan pernah dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi dengan gaji yang lebih memadai. Mungkin selamanya saya tidak pernah sanggup membeli rumah sendiri.

Kilatan negative thinking yang pekat dengan aura pesimisme itu kadang menyelinap. Di saat kita merenung, atau di saat kita letih sehabis pulang kantor dan tiduran di dipan rumah.

Negative thinking seperti ini acap membuat motivasi kita melemah, dan membuat kita pelan-pelan terpepet dalam kepedihan. Energi positif kita kian redup dan jiwa kebahagian kita terkoyak.
Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan justru meluangkan banyak waktu untuk berpikir ke arah sebaliknya, ke arah positif dan optimis : suatu saat penghasilan saya pasti akan melesat, dan saya paham arah kesana. Atau : saya yakin bisa membeli rumah sesuai impian saya. Hanya soal waktu untuk mewujudkannya.

Lebih banyak meluangkan waktu untuk berpikir positif dan optimis akan membuat ruang otak Anda untuk berpikir negatif dan pesimis menjadi kian mengecil. Dan persis dititik itulah, kebahagiaanmu pelan-pelan naik, dan keajaiban sebentar lagi bisa datang menghampirimu.

2. Never Ending Complaining.
Susah pak kerja disini, sistem karirnya ndak jelas. Boss saya suka pilih kasih pak. Wah targetnya sulit dicapai mas karena banyak faktor eksternal. Capek kerja disini mas, kerjaannya banyak gajinya segitu-gitu saja.

Sounds familiar?

Mengeluh, apalagi dengan frekuensi yang cukup sering, hanya akan membuat energi positifmu tersabotase dan diam-diam kepedihan akan menyergap.

Sialnya, studi neurologi membuktikan, saat energi positifmu mengkerut dan kesedihan menyergap, wawasan kreatifmu otakmu juga nyungsep. Mengeluh akan membuatmu gagal berpikir kreatif, saat mencoba menemukan jalan keluar bagi situasimu yang kurang menguntungkan.

Never ending complaining hanya akan membuat sel-sel kreativitas dalam otakmu layu, dan ini bisa memicu petaka kelam : energi untuk mencari jalan alternatif bagi perbaikan nasibmu tak lagi tersisa.

Mengeluh hanya akan membawamu dalam lingkaran setan yang muram : makin sering mengeluh > makin lenyap energi positifmu > makin mekar aura kesedihanmu > dan saat pikiran kian sedih maka otakmu gagal menemukan terobosan solusi yang kreatif > dan hidupmu akan makin terpuruk > dan karena makin terpuruk Anda akan mengeluh lagi > balik lagi ke kalimat awal.

3. Bad News and Negative Information. 
Studi menunjukkan, makin sering Anda nonton berita di televisi maka Anda justru akan makin tidak obyektif memandang kehidupan. Studi lain juga menunjukkan, makin sering menyimak berita di televisi dan media lainnya bisa membuat Anda makin pesimis melihat masa depan (Seligman, Learned Optimism, 2007).

Kenapa bisa begitu? Karena ada prinsip absurd dalam bisnis media : bad news is good news. Berita buruk dan kepedihan (bencana, kecelakaan, korupsi, pemerkosaan, bom) acap lebih banyak muncul karena konon “lebih menjual”.

Apa akibatnya, saat 85% berita-berita di media menyajikan kabar buruk (bad news) dan kepedihan?


Pelan-pelan spirit optimisme dalam jiwamu pudar, digantikan dengan aura pesimisme. Atau juga melentingkan emosi-mu karena banyak berita yang ditampilkan memang bertujuan memancing emosi.

sumber :
http://strategimanajemen.net/2015/01/12/the-science-of-happiness-misteri-3-faktor-yang-bisa-menghancurkan-masa-depanmu/

Terlalu lama duduk , Bahaya Penyakit Ini Mengintaimu

Cobalah dihitung, dalam sehari berapa jam Anda duduk? Kalau di kantor sudah pasti Anda lebih sering duduk. Bahkan mungkin niat ke bank batal karena ada fasilitas internet banking.  
Studi yang dilakukan institute for Medicine and Public Health menyebutkan, pekerja kantoran rata-rata menghabiskan 56 jam seminggu untuk duduk. Bahkan diperkirakan porsi duduk Anda lebih lama dibandingkan pria, karena pria cenderung lebih aktif bergerak.

Terlalu lama duduk juga membuat aliran pembuluh darah melambat sehingga menimbulkan varises, penggumpalan darah, bahkan ambeien. Fatalnya lagi, kurang herak memicu hipertensi, kaena pembuluh darah mengalami penyempitan akibat terbiasa memompa darah dengan lambat.

Terlalu lama duduk , Bahaya Penyakit Ini Mengintaimu


Yang paling terasa adalah melemahnya otot dan sendi akibat nggak bergerak dalam waktu lama. Otot dan sendi membutuhkan gerakan agar tetap lentur. Berdiam diri membuat kekuatannya nggak berkembang sehingga tubuh terasa berat dan kaku. Jika Anda nggak juga membiasakan bergerak, otot pinggul, punggung bawah menjadi tegang sehingga dapat menimbulkan cedera saat olahraga berat (sperti angkat beban atau lari jarak jauh)

“Gaya hidup modern yang serbamudah membuat masyarakat kurang bergerak. Walau duduk, tuh, nyaman, tapi dapat menimbulkan penyakit yang menyerang otot, tulang, sendi, hingga jantung jika dilakukan terlalu lama,” ujar dr. Marcella Adisuhanto dari FK/RS Atma Jaya,

Bahaya kursi nyaman
Jujur, Anda pasti pernah menyalahkan kursi yang bikin Anda lupa berdiri. Anda nggak sepenuhnya salah jika kursi kerja Anda sifatnya ergonomis—menopang seluruh tubuh dengan baik—lengkap dengan arm rest dan sandaran nyaman yang fleksibel. Kursi seperti ini lebih mampu menjaga postur tulang belakang dan kenyamanan Anda dibandingkan kursi kayu yang keras.

John J. Triano, DC, Ph.D Co-Director di Conversation Medicine Texas Back Institute menyarankan, jika Anda bisa berada berjam-jam bekerja di depan meja, Anda butuh kursi dengan arm rest. Fungsinya untuk mencegah kakunya otot bahu dan lengan. Pasalnya otot bahu yang kaku menyebabkan leher cepat keriput.

Sayangnya kursi yang nyaman sekalipun tidak bisa mengurangi risiko melambatnay aliran darah. Saat duduk, Anda nggak selamanya bersandar ke belakang. Malah saking asiknya membuat laporan hasil kerja, Anda nggak lagi memerhatikan posisi duduk. Anda justru bertumpu ke depan sehingga posisi tubuh membungkuk yang menyebabkan sakit punggung.

Waspadai kegemukan
Nggak ada porsi yang pas untuk duduk dalam sehari. Penelitian Biomedical Research Center Amerika menyebutkan duduk lebih dari tiga ham sehari meningkatkan risiko diabete tipe 2 dan penyakit jantung coroner.

Menurut dr. Marcella, “Saat kita diam, tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak yang membuat tubuh kegemukan. Akibatnya kolesterol baik (HDL) menjadi nggak optimal karena tertekan lemak sehingga berisiko terserang kolesterol tinggi dan stroke.”

Kurang gerak juga menyebabkan lemak dan gula darah yang tesimpan di dalam tubuh tertimbun di perut bagian dalam. Akibatnya, tubuh berisiko mengeluarkan ratusan jenis hormon dan protein penyebab obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Olahraga sesekali nggak menjamin Anda kebal terhadap risiko ini. Lakukan gerakan kecil saat Anda terjebak duduk lama di depan meja.

Mulailah dengan:
- Menggoyangkan kaki
- Meluruskan kaki
- Mengangkat bahu
- Menolehkan kepala, dan
- Berdiri (minimal 3 menit) setiap 30 menit
Lalu seimbangkan kebiasaan ini dengan meminimalisasi durasi duduk saat berada di rumah.

Get your move on
Jangan harap bisa langsing jika setiap harinya Anda malas beranjak dari kursi.

Daripada, Duduk di kursi kerja (kalori per jam: 83)
Lebih baik ini: Berdiri di depan meja (kalori per jam: 115)

Daripada, Memesan makanan dengan delivery ((kalori per jam: 96)
Lebih baik ini: Memasak sendiri (kalori per jam: 128)

Daripada, Belanja online (kalori per jam: 96)
Lebih baik ini: Belanja di mall (kalori per jam: 147)

Daripada, Hanya nonton TV (kalori per jam: 64)
Lebih baik ini: Ngobrol dengan pasangan (kalori per jam: 96)

Daripada ini, Main video game (kalori per jam: 32)
Lebih baik ini: Main game konsol yang mengharuskan Anda ikut bergerak (kalori per jam: 178)

Daripada, Duduk di kereta selama perjalanan (kalori per jam: 65)
Lebih baik ini: Berdiri di kereta (kalori per jam: 118)

Daripada, Menerima telepon sambil duduk (kalori per jam: 102)
Lebih baik ini: Mondar-mandir saat menrima telepon (kalori per jam: 147) (f)


Sumber:
Saparinah Mumpuni- https://www.femina.co.id/Health-Diet/terlalu-banyak-duduk-penyakit-mengintai

2 Kerugian Besar Hidup ber-Plongoan

Planga-plongo ( lolah lolok/ngah-ngoh) memang bukanlah penyakit bawaan sejak lahir, akan tetapi setiap orang bisa mengidap sifat dan watak ini. Keplongoan dekat dengan Kedunguan, sama-sama kinerja otak di anggurkan atau di tumpulkan. Seseorang yang terkena sifat ini akan di tinggalkan oleh laju dunia bahkan kawan anda-pun bisa meninggalkan atau bahkan menyinyir anda dari belakang. Jika betah dalam menikmati ke-plongoan maka konsekuensi "ya" sudah siap menikmati 2 kerugian besar yang tidak pernah di capai. Agresif dan Antusias adalah salah satu sifat pendobrak keplongoan.

2 Kerugian besar hidup Planga-Plongo

"Saya tidak tahu hidup saya apakah termasuk kategori Planga-plongo ?".
Ke-plongo-an memang tidak di masukan dalam kategori sesuatu yang krusial seperti kerugian dan keburukan sifat ini pelan tapi sangat merugikan, untuk lebih mudah menangkalnya adalah :
Berapa produktiiftas yang anda dapat-kan sehari ?
Berapa income yang di dapatkan perhari?
Bagaimana anda membangun diri dan orang terkait dalam kehidupan seahari-hari?

2 kerugian yang perlu anda nikmati atau mungkin anda waspadai akan hal ini yaitu :

1. Financial
Financial / keuangan terlibat penting dalam dunia ini. Semua pakai uang meski uang bukan kesemuan-nya. lalu bagaimana orang yang bertipe planga-plongo akan menyeimbangkan pendapatan dan antara pengeluaran a , b, c, dan d.

Orang bertipe ini akan lebih diam dan menunggu perintah, itupun jika ada perintah / pekerjaan, jika pun ada orang yang memberikan perintah akan malas karena biasanya malas untuk ber-inovasi. Mungkin bagi orang yang bertipe ini tidak akan memikirkan berapa kerugian yang Ia terima, akan tetapi orang dekatlah yang perlu di kasihani seperti keluarga, anak ataupun kerabat. 

2. Amal Kebaikan
Orang bertipe planga-plongo mungkin akan malas mengerjakan amal kebaikan seperti ibadah dan menolong.
Dia sudah merasa berat hidup di dunia ini, apa lagi di suruh membuat amal.
keseimbangan yang sulit di dapat menyebabkan Ia semakin terpuruk dalam kebingungan apa yang harus Ia kerjakan lagi dan malas berbuat baik .

Berbeda dengan orang yang kuat agama dan dunia dia akan mengejar sesuatu yang berbentuk amal, meski dalam hati dengan sedikit penyakit seperti pelit/kikir namun dia akan tetap berusaha dengan lebih baik.

"Bergegaslah rubahlah sifat keplongoan, jalani hidup dengan tenang dan ringan"

“Hidup ini berat maka jangan di bikin berat kawan” buatlah strategi langkah demi langkah" masyis

Dianggap Pengemis, Ternyata Mau Beli Mobil

Kisah hidup orang sukses mulai dari nol dan restu ibunya. Keterbatasan fisik bukan penghalang meraih kesuksesan adalah Sugimun sebagai penyandang disabilitas tak menyurutkan tekad dan niatnya untuk hidup lebih baik dan sukses. Suatu ketika Sugimun pergi ke solo untuk membeli mobil. Ketika akan masuk ke sebuah shoowroom mobil, seorang karyawan menghampirinya dan mengulurkan uang recehan kepadanya. Diperlakukan seperti itu Sugimun segera menukas, “Oh, saya bukan pengemis, Mas. Saya cari mobil.”



Tentu saja si karyawan tersebut kaget dan cepat-cepat masuk ke dalam sambil menanggung malu.

Menurut Sugimun, si karyawan mengira dirinya seorang pengemis karena menggunakan kursi roda, “Waktu itu sopir saya sudah duluan masuk show room,” kenang Sugimun tersenyum.

Lelaki yang lahir tahu 1970, di dusun Mojopuro, Magetan, Jawa Timur ini adalah pemillik toko elektronik “Cahaya Baru” di kota trenggalek dan Magetan, Jawa Timur.

Bagi orang Trenggalek , Magetan dan sekitarnya, nama toko itu sudah tidak asing lagi. “Cahaya Baru” dikenal sebagai toko elektronik yang cukup besar. Omsetnya sudah mencapai 150 juta per bulan.

Sugimun memberi nama tokonya dengan “Cahaya Baru”, dengan dimaksudkan untuk mewakili sebuah harapan harapan baru bagi diri dan keluarganya,

Keberhasilan Sugimun seperti sekarang tidak lepas dari usaha dan doa ibunya. Maklum, selain sejak kecil cacat, Sugimun juga lahir dari keluarga miskin. Saking miskinnya, ia tidak sempat mengenyam pendidikan formal. “Sekolah TK saja enggak pernah,” kenangnya.

Perubahan kehidupan Sugimun berawal pada usia 19 tahun. Ketika itu, seorang aparat desa beberapa orang dari Dinas Sosial  datang ke rumahnya. Mereka mengajak Sugimun mengikuti program penyantunan dan rehabilitasi sosial dan penyandang cacat di Panti Sosial Bina Daksa (PSDB) “Suryatama” di kota Bangil, Jawa Timur. Ditempat tersebut Sugimun mengikuti bimbingan fisik, mental, serta pendidikan kejar Paket A.

“Pada awalnya, saya merasa rendah diri karena semua teman saya penyandang cacat memiliki pendidikan formal mulai dari SD, SMP bahkan ada yang lulusan SMA,” kenangnya. Sedangkan dirinya belum mengenal baca tulis.

Namun karena tekadnya untuk bangkit dan tidak ingin bergantung pada orang lain, rasa rendah diri itu dibuangnya jauh-jauh. Di Suryatama, ia belajar keterampilan elektronik seperti radio, sound system, kipas angin, televise, dan lain sebagainya.” Katanya.

Setelah dua tahun mengikuti program pelatihan, Sugimun kembali pulang kampung. Namun ia tidak punya aktivitas di desanya. Akhirnya ia mencoba mencari kerja di tempat usaha servis elektronik. Sayangnya, kebanyakan berujung pada penolakan. “Mungkin mereka menilai saya tidak cukup mampu bekerja dengan baik karena kondisi fisik seperti ini,” kenangnya,

Yang menyedihkan, seringkali ia disangka pengemis saat melamar pekerjaan. Ia baru bisa bekerja tatkala seorang teman di Kediri menerimanya sebagai karyawan sebuah bengkel elektronik. Namun karena suatu alasan, tidak sampai satu tahun, ia memutuskan untuk pulang kampung.

Ia pun mencoba melamar pekerjaan di kota kelahirannya. Lagi-lagi ia kembali mendapatkan penolakan, “Hal ini membawa saya pada kesimpulan bahwa saya harus membuka lapangan pekerjaan untuk bisa bekerja,” katanya.

Berbekal Restu sang Ibu 
Dengan kondisi ekonomi yang serba sulit serta pengalaman yang ditolak berkali-kali membuat Sugimun nekad berusaha sendiri. Berbekal restu sang ibu, tahun 1992 ia menjual perhiasan emas milik ibunya senilai Rp. 15.000,-. Uang tersebut sebagian ia pakai untuk menyewa lapak emperan pasar sayur Magetan. Di tempat yang kecil itu, ia membuka usaha jasa servis elektronik dan menjual isi korek api. Dengan perlengkapan seadanya, setiap hari ia melayani pelanggannya.

Untuk menjalankan usahanya, Sugimun harus berjuang keras. Betapa tidak, jarak perjalanan dari rumah ketempat usahanya sangatlah jauh. Dari desanya yang terpencil, ia harus berjuang menempuh jarak satu kilometer untuk menuju ke tempat mangkal angkutan umum yang akan membawanya ke kiosnya. Belum lagi jarak menuju pasar sayur. Ditambah lagi naik-turun angkutan umum. Bagi orang fisiknya normal, hal itu bukan masalah. Namun bagi Sugimun yang kakinya layuh (lumpuh) akibat polio, terasa berat.

Usahanya itu juga terkadang ramai, terkadang sepi. “Namun, saya tetap yakin Allah Maha Adil, Pengasih dan Pemurah,”katanya.

Dengan penuh ketelatenan dan kesungguhan, Sugimun berusaha meraih kepercayaan para pelanggan, terutama dalam menepati janji. Ia berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Ia juga tidak pelit menjelaskan kepada pelanggannya tentang kerusakan dan onderdil yang harus dibutuhkan, termasuk harga dan kualitas onderdil yang bervariasi. “Ternyata dengan cara seperti itu kepercayaan bisa didapatkan,” katanya.

Kiosnya semakin sering dikunjungi orang. Berarti, kebutuhan akan onderdil elektronik juga meningkat.

Peluang inilah yang ia baca. Ia mulai menyisihkan uangnya untuk modal pembelian onderdil. sedikit demi sedikit ia juga melengkapi kiosnya dengan barang elektronik. Karena semakin lama barangnya kian banyak, akhirnya ia memberanikan diri membeli toko. “Alhamdulillah ramai,” jelasnya. Kini ia telah memiliki tiga unit toko.

Meski kini menjadi orang sukses, Sugimun tidak lupa terhadap keluarganya. Sebagai anak tertua dari delapan saudara, ia merasa bertanggung jawab atas eberlangsungan pendidikan adik-adiknya. Oleh karenanya, sebagian rezekinya ia gunakan untuk membantu biaya pendidikan tiga orang adiknya, ia mangajak mereka untuk membantu menjalankan toko elektroniknya. Ia berharap agar kelak, saudara-saudaranya yang lain mampu mandiri. “Saya bahagia bisa menyekolahkan ketiga adik saya hingga tamat SMU,” katanya.

Kebahagiaannya semakin lengkap ketika ia menemukan jodohnya bernama Nursiam. Perempuan yang ia nikahi itu kini memberinya tiga orang anak.

Selain itu, Sugimun juga membantu orang-orang di daerah sekitarnya. Ia tidak membantu dalam bentuk uang, melainkan berupa pemberian kesempatan pendidikan dan keterampilan. Ia membina beberapa yatim dan anak cacat agar memiliki berbagai keterampilan yang berguna bagi masa depan mereka kelak.

“Pengalaman masa lalu membuat saya sadar, bahwa pendidikan dan keterampilan sangat berguna bagi orang-orang seperti saya,” katanya sambil tersenyum. Ada tiga anak yatim cacat yang kini ia asuh. Tidak banyak memang, tetapi paling tidak, ia telah berbuat sesuatu untuk sesamanya.

Satu hal yang ia syukuri, ia hanya cacat fisik, bukan cacat rohani. Cacat fisik yang ia alami tidak membuatnya jatuh terpuruk mengharap belas kasih orang lain, melainkan sebagai pelecut semangat untuk menggapai cita-cita mandiri. Kini, meski ia secara fisik tidak sempurna, tetapi ia mampu berbuat lebih. Melebihi dari apa yang bisa dilakukan oleh orang normal. “Ini semua rahasia Allah, bahwa orang cacat seperti saya, diberi kemampuan untuk membantu orang lain,” katanya.


Sumber pendukung :
Suara Hidayatullah, Edisi 1/XXVI/Mei 2013/Jumadil Ahir/1434)
 http://pengusahamuslim.com/3437-kisah-sukses-dulu-1831.html

artikel